SuarIndonesi – Diketahui beberapa kebutuhan pokok di Kalsel alami defisit jelang Ramadan.
Selain minyak goreng, kebutuhan pokok yang juga defisit bawang merah, bawang putih, daging sapi dan gula pasir.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kalsel, defisit minyak goreng paling tinggi. Ketersediaannya hanya 787 ton padahal kebutuhannya mencapai 44.141 ton, atau mengalami defisit sebanyak 43.354 ton.
Defisit terbesar kedua ada gula pasir. Ketersediannya sebanyak 3.933 ton, namun kebutuhannya sebanyak 43.267 ton, atau defisit sebanyak 39.334 ton. Berikutnya bawang merah, Bawang putih, dan daging sapi yang juga alami defisit.
“Beberapa kebutuhan pokok ini memang sering terjadi kelangkaan jelang bulan puasa. Hanya minyak goreng yang terbaru.
Ini juga se Indonesia yang mengalami,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel, Faturrahman.
Meski beberapa kebutuhan pokok tersebut mengalami defisit. Stok kebutuhan yang lain Kalsel patut bersyukur, pasalnya mengalami surplus. Seperti beras, jagung, cabe merah, cabe rawit, daging unggas dan telur ayam.
Untuk beras contohnya, Fatur mengungkapkan, ketersediannya hingga setahun mencapai 724.743 ton.
Sementara kebutuhannya hanya sebanyak 358.810 ton. Jenis lain yang juga mengalami surplus adalah jagung, cabe merah, cabe rawit, daging unggas.
“Untuk kebutuhan telur ayam ras juga sangat aman. Stok yang ada sangat banyak.
Dari kebutuhan sebanyak 31.117 ton, ketersediaannya mencapai 156.023 ton,” beber Fatur.

Sementara, masih adanya beberapa kebutuhan pokok yang mengalami defisit, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjanjikan, akan melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan pokok tersebut.
“SKPD yang berhubungan langsung sudah diminta untuk melakukan upaya penanganan,” ujar Roy.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















