BAPPENNAS: Rp139 Triliun Kerugian Investasi Ilegal di Kalsel

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bappenas Rosy Wediawaty (kiri) saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalsel di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (23/2/2026). (Antara Foto/Tumpal A Aritonang)

Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bappenas Rosy Wediawaty (kiri) saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalsel di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (23/2/2026). (Antara Foto/Tumpal A Aritonang)

SuarIndonesia — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan kerugian masyarakat akibat praktik investasi ilegal di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencapai angka fantastis sekitar Rp139 triliun.

“Masifnya angka kerugian tersebut mencerminkan kerentanan masyarakat yang dapat mengganggu stabilitas keuangan, khususnya pertumbuhan aset perbankan syariah yang sedang dalam tren positif,” kata Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bappenas Rosy Wediawaty ​​​​​​ di Banjarmasin, Senin (23/2/2026).

Kondisi itu, kata dia, menjadi tantangan besar terhadap potensi keuangan syariah di daerah itu, khususnya investasi ilegal dengan total kerugian mencapai Rp139 triliun.

“Tantangan ini semakin kompleks dengan adanya tambahan 1.453 situs judi online (judol) di Kalsel yang telah diidentifikasi,” ucap Rosy saat memberikan materi pada Rapat Koordinasi Daerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalsel.

Menurut Rosy, fenomena investasi ilegal dan judol ini bukan sekadar masalah kriminalitas siber, melainkan ancaman bagi literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keuangan formal, termasuk perbankan syariah.

Ia menyampaikan bahwa hal ini terlihat dari dinamika di daerah seperti di Provinsi Kalsel, yang meskipun memiliki pangsa aset perbankan syariah terbesar di Pulau Kalimantan, tetap harus waspada terhadap distorsi ekonomi ini.

Ia mengatakan data menunjukkan aset perbankan syariah di Kalsel tumbuh dari 11,15 persen pada 2021 menjadi 34,83 persen pada akhir 2023.

Baca Juga :   WASPADAI! Potensi Gelombang Tinggi

Namun, dia mengingatkan bahwa pertumbuhan angka tersebut harus dibarengi dengan ketahanan masyarakat agar tidak tergiur imbal hasil tinggi dari investasi bodong.

“Penurunan nominal kredit pada sektor real estate dan jasa perusahaan sebesar minus 47,54 persen secara tahunan (yoy) per September 2024 menjadi indikator bahwa penguatan edukasi keuangan syariah sangat mendesak dilakukan untuk memitigasi risiko-risiko non-produktif tersebut,” ujar Rosy, dilansir dari AntaraNews.

Bappenas mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat literasi keuangan sebagai benteng pertahanan utama, karena langkah ini dinilai krusial agar aliran dana masyarakat tetap berada pada jalur ekonomi produktif dan syariah, bukan menguap pada instrumen ilegal yang merugikan secara sistemik.

Bappenas berkomitmen untuk terus mengawal transformasi ekonomi digital agar lebih inklusif dan aman, guna memastikan sektor keuangan syariah dapat tumbuh berkelanjutan tanpa terdistorsi oleh praktik keuangan ilegal yang merusak tatanan ekonomi nasional. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
ANCAMAN Asap Karhutla, Kapolsek Banjarmasin Tengah Turun Bagikan Masker
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan
SERATUS PERSONEL BKO Perkuat Penanganan Karhutla di Kalsel, Diterima Kapolda
HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:38

GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:55

BERTRANSFORMASI Pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36

DIIKUTI Taman Budaya Kalsel Kegiatan Tingkar Regional Kalimantan di Kota Samarinda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05

KEMERIAHAN DAN MEMBANGGAKAN Lomba FTBI di SDN 1 Sungai Besar Kota Banjarbaru

Rabu, 30 September 2026 - 14:25

TERCATAT Kekayaan Intelektual Komunal Empat Ekspresi Budaya Tradisional Kalsel

Jumat, 11 September 2026 - 21:45

LEBIH DARI 40 Karya Muslim Anang Abdullah di Taman Budaya Kalsel

Senin, 7 September 2026 - 14:36

BEGINI Makna dari Festival Antasan Banjar 2026 “Re-connecting”

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34

DIBUKA Staf Ahli Gubernur Kalsel Festival Antasan Banjar 2026

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca