Balada Seorang Petugas Kebersihan Gedung Bundar

Balada Seorang Petugas Kebersihan Gedung Bundar

Suarindonesia – Semerbak sampah berserakan sampai ke penjuru sudut bangunan ditambah kabut asap yang menyelimuti halaman Gedung Sultan Suriansyah atau juga yang disebut masyarkat Gedung Bundar di Jalan Brigjen Hasan Basry Kayutangi sore itu menjelang senja, Jumat (7/8/2018).

Anak kecil nampak asyik bermain sepeda dan berputar di antara tumpukan sampah plastik, kertas dan kotak nasi pasca kegiatan Dialog Keselamatan Jalan Nasional 2018 kemarin. Bahkan, puluhan kantong plastik berukuran besar yang berisikan bekas konsumsi kegiatan nampak mangkir rapi di teras gedung Sultan Suriansyah.

Tepat di bawah tiang bendera merah putih tumpukan botol plastik air mineral dibungkus dengan kain hitam dan karpet merah yang tak terpakai lagi. Dengan pemandangan sore yang tidak seperti biasanya, seketika keluar seorang lelaki paruh baya dari dalam gedung dengan baju tanpa kancing sembari membawa sebilah sapu lidi dan menyapu teras serta halaman gedung Sultan Suriansyah.

Dengan mengenakan jersey serba hitam, lelaki tersebut nampak terampil dalam menyapukan sapu lidinya. Lelaki paruh tersebut adalah Arbain seorang petugas kebersihan UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan yang sudah mengabdikan diri selama 15 tahun. Tiap bulan Ia menerima gaji sebesar satu juta rupiah.

Kepada Suarindonesia.com, ia mengatakan bahwa semakin banyak peserta dalam sebuah kegiatan, maka semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.

Menurutnya, kegiatan Dialog Nasional Keselamatan Jalan 2018 kemaren mencapai lebih dari 6.000 peserta. “Mahasiswa aja sudah 6.000 orang, jadi sampahnya terdapat di luar dan di dalam gedung,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila tumpukan sampah yang dihasilkan sangat banyak, otomatis durasi waktu dalam membersihkannya pun sekitar dua sampai tiga hari. Yang menyedihkan ia mengaku kesulitan dalam membersihkan sampah kertas pasca diguyur hujan lantaran sampahnya lengket. “Perlu beberapa kali sapu apabila sampah kertas habis terkena air hujan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan ihwal sampah yang dibersihkan akan diangkut menggunakan motor roda tiga pengangkut sampah dan dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang ada di Jalan Cemara Raya, Kelurahan Sungai Miai. Tetapi menurutnya, kalau hanya sampah jenis kertas maka dapat dibakar di samping gedung Sultan Suriansyah. “Kalau kertas aja, karena mudah terbakar,” ujar lelaki perantau asal Kabupaten Tapin tersebut. (BY)

 297 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: