Suarindonesia – Koordinator Water Rescue Tim 07, Zainal Abidin, menyebut arus sungai yang deras menjadi kendala utama pencarian terhadap korban tenggelam dalam peristiwa kelotok (perahu bermesin) ukuran besar, Jumat (3/10/2025).
“Selama empat jam kami berupaya, hasilnya belum ada karena arus sangat kuat,” ungkapnya.
Meski begitu, tim gabungan sudah berhasil menemukan titik karamnya perahu berukuran 6,5 meter tersebut dan telah diberi tanda dengan tali dan boto.
Dimana, tim gabungan dari Satpolairud Polresta Banjarmasin bersama Water Rescue Banjarmasin menghentikan sementara pencarian terhadap Ahmad Fauzi (47), korban tenggelam di Sungai Barito.
Korban merupakan warga Jalan Pulau Bromo RT 07 Banjarmasin Selatan itu hilang sekitar pukul 11.00 WITA di Perairan Barito, persisnya depan PT Astrabina Banjarmasin Selatan. Sedangkan lima lainnya selamat.
Menurut Zainal, lokasi tenggelamnya korban diperkirakan tidak sama dengan titik karam perahu.
“Rekannya mengatakan korban sempat berenang ke tepian, sehingga kemungkinan tenggelamnya bergeser dari lokasi kapal,” jelasnya lagi.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, ST, MM, menjelaskan, saat kejadian korban tengah berada di atas perahu kelotok bermuatan sekitar 1.000 karung batu bara.
“Perahu kemasukan air setelah gelombang besar dari sebuah speedboat hijau-putih yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Korban dan rekannya sempat berenang ke tepi sungai,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi M Rasya, ia sempat mendengar korban berteriak minta tolong dari belakang.
Namun ketika menoleh, Fauzi sudah tak terlihat lagi.
Saat itu korban mengenakan kaos hitam dan celana panjang jeans biru.
Pencarian akan dilanjutkan besok dengan melibatkan Basarnas, Polairud Polda Kalsel, serta relawan.
“Jika diperlukan penyelaman, kami akan kembali turun untuk mencari korban,” kata Zainal. (DO)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















