APRESIASI Kakanwil BPN Kalsel, Polemik Tanah Terindikasi Terlantar Diperjelas

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Apresiasi tinggi terhadap pelayanan publik Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dinilai cepat tanggap dan profesional dalam merespons miskomunikasi yang sempat terjadi.

Ini disampaikan Barisan Anak Bangsa Anti Kecurangan (BABAK) Kalsel bersama PT Perembee.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul undangan resmi audiensi klarifikasi dari Kakanwil BPN Kalsel melalui Undangan Nomor: 258/UND-63.100.UP.04.01/II/2026 tanggal 10 Februari 2026 perihal Audiensi Klarifikasi, sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada 5 Februari 2026.

Audiensi yang difasilitasi di ruang rapat Kantor Pertanahan Kota Banjarbaru berlangsung dalam suasana nyaman, terbuka, dan kekeluargaan.

BABAK Kalsel menilai pelayanan publik yang diberikan sangat maksimal, sehingga mampu meredam ketegangan dan kekecewaan yang sebelumnya muncul di tengah masyarakat.

“Kami merasa benar-benar dilayani dengan baik. Tensi amarah dan kekecewaan hilang karena adanya kejelasan hukum yang disampaikan langsung oleh ATR/BPN.

Harapan kami, pelayanan publik seperti ini bisa menjadi contoh bagi instansi lainnya,” ujar Bahruddin (Udin Palui) perwakilan BABAK Kalsel.

Kedatangan BABAK Kalsel dan PT Perembee ke ATR/BPN Provinsi Kalsel bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum, menyusul berkembangnya isu dan pemberitaan yang dinilai menyesatkan.

Isu tersebut menyebutkan bahwa agar lahan dapat dikeluarkan dari database tanah terindikasi terlantar, pemegang hak harus melepaskan 10 hektare lahan kepada pemerintah daerah.

Isu tersebut dinilai sangat merugikan PT Perembee, karena berdampak langsung pada tidak terpenuhinya hak-hak perusahaan sebagaimana tertuang dalam Nota Kesepahaman, Perjanjian Kerja Sama, serta Pernyataan Bersama Pra Perdamaian dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.

Baca Juga :   KEPALA KPP Banjarmasin Akui Terima Uang

Dalam audiensi tersebut, ATR/BPN memberikan penegasan penting, di antaranya

Tidak terdapat Undang-Undang maupun peraturan yang mensyaratkan pelepasan sebagian lahan kepada pemerintah daerah sebagai syarat dikeluarkannya tanah dari database terindikasi terlantar.

Surat Deputi Bidang Pengaturan dan Pengendalian Pertanahan Nomor 3751/23.3-400/X/2014 tanggal 1 Oktober 2014 sama sekali tidak memuat ketentuan yang mengharuskan atau mewajibkan pelepasan lahan, sebagaimana isu yang berkembang.

Surat Deputi Bidang Pengaturan dan Pengendalian Pertanahan tanggal 14 Oktober 2014 tetap mengacu pada kesepakatan para pihak sebagaimana tertuang dalam Nota Kesepahaman Nomor 180/76/MOU-KUM/2014 tanggal 16 Juni 2014.

Dengan adanya penjelasan resmi dari ATR/BPN tersebut, berharap simpul polemik kerja sama antara PT Perembee dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dapat segera terurai, sejalan dengan Asas Umum Pemerintahan yang Baik, khususnya prinsip kepastian hukum.

Pada kesempatan itu, BABAK Kalsel dan PT Perembee juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolresta Banjarbaru melalui Kasat Intelkam Polresta Banjarbaru yang turut mengawal jalannya audiensi, sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

“Pengawalan dan kehadiran aparat kepolisian sangat membantu terciptanya suasana dialog yang damai dan konstruktif,” tutup perwakilan. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin
DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi
JEMAAH HAJI Kloter 02 Debarkasi Banjarmasin Mendarat di Bandara Syamsuddin Noor
KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel
HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat
KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan
GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura
KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:32

KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:56

KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:23

GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:21

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:42

PERKARA EKS KAJARI HSU Terungkap Modus Penyelidikan Dana Hibah Pilkada 2024 Senilai 32 Miliar Dikelola KPU

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:56

TEMUAN MAYAT PEREMPUAN, Polisi ‘Kantongi’ Nama Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Rubrik opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:30

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti, bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud membaur dengan kepala sekolah pada peresmian 102 satuan pendidikan yang selesai direvitalisasi di Kaltim. (Foto: Adpim Kaltim)

Kaltim

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:53

Basarnas dan tim gabungan evakuasi dua pemuda hilang di hutan Desa Bagugus Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: Basarnas Palangka Raya)

Kalteng

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca