21 Truk Terjaring Razia Gabungan Operasi Simpatik Intan 2019

21 Truk Terjaring Razia Gabungan Operasi Simpatik Intan 2019

Suarindonesia – Gani terperangah manakala truk yang dia kendarai terlanjur masuk area razia Simpatik Intan 2019 di Jalan Trisaki Banjarmasin, Kelurahan Basirih Banjarmasin Barat Selatan, Senin (06/06/2019).

Nahas baginya, surat berkendaranya tak lengkap. Saat diminta oleh petugas, hanya SIM dan selembar kertas yang keluar dari dompetnya. Kertas itu adalah surat keterangan dari kepolisian, terkait hilangnya STNK truk yang dikendarainya.

Bahkan setelah diteliti, diketahui STNK itu hilang sudah lama. Surat keterangan hilang itu dibuat pada Juli 2018 lalu. Alhasil polisi akhirnya menilang Gani, karena surat itu dianggap sudah kadaluarsa.

Tak hanya sampai di situ, kepiluan Gani semakin bertambah. Ibarat kata ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, nasibnya hari ini memang betul-betul apes. Lagi-lagi dia kena tilang, kali ini yang melakukan Dishub. Pasalnya, dia juga tak bisa menunjukan surat tanda uji kendaraan (STUK) atau KIR truk yang dikendarainya tersebut.

“Tadi dari Pelabuhan Lama mau ke Trisakti ngangkut barang. Eh, ternyata ada razia. STNK ini memang hilang, belum sempat ngurus bikin yang baru. Mau tidak mau akhirnya ditilang,” ucap Gani gugup .

Gani merupakan salah seorang dari 21 pengendara yang ditertibkan petugas saat dilaksanakannya razia Simpatik Intan 2019 kali ini. Berdasarkan data dari petugas, ada pengendara 15 yang ditilang Dishub karena tak memiliki KIR. Sedang 5 pengendara lainnya di masuk dalam penilangan Polisi karena tak memiliki SIM ataupun STNK.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dishub Banjarmasin, M Yunus mengatakan bahwa, kegiatan Simpatik Intan 2019 kali ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan Dishub bersama dengan kepolisian.

“Kalau kemarin dilaksanakan di Banjarmasin Tengah bersama Polsek Tengah. Ada 21 angkutan yang kami tilang. Kali ini kami melaksanakan di wilayah Banjarmasin Selatan,” ujar Yunus.

Yunus menambahkan, razia gabungan kali ini fokus terhadap pemerintah surat menyurat kendaraan. Sebab, menurutnya hal tersebut merupakan pelanggaran fatal. “Kalau yang lain masih bisa ditoleransi,” imbuhnya.(SU)

 334 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: