Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ikuti fit and proper test di Komisi III DPR-RI.(Foto/Dok.DPR)
SuarIndonesia – Wakil Ketua (Waket) Komisi III DPR-RI Pangeran Khairul Saleh berharap calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme.
Legislator asal Kalsel ini mengingatkan, 14 bulan lalu dalam fit dan proper test Idham Aziz menyatakan bahwa Islam tidak identik dengan tindakan terorisme dan radikalisme.
Politisi PAN ini, Rabu, (20/01/2021) dalam fit and proper test calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Presiden Joko Widodo juga pernah menyatakan hal yang sama, bahwa Islam tidak indentik dengan radikalisme.
“Saat fit and proper test Pak Idam sebagai calon kapolri dengan bangga beliau menyampaikan sebuah statement dan komitmen bahwa beliau menyatakan Islam tidak identik dengan radikalisme. Presiden juga telah menyatakan melalui deputi 5 staf presiden bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme dan terorisme,” beber Pangeran.
“Jadi saya berharap bapak juga punya statement dan komitmen yang sama bahwa Islam tidak identik dengan radikalisme,” pungkas Pangeran.
Dalam kesempatan itu, Pangeran juga berharap calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar dapat membenahi institusi Kepolisian sebagai penegak hukum milik masyarakat.
“Dalam penegaklkan hukum, Polri ke depan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum, tidak pandang bulu sesuai dengan amanat UUD 1945,” tandas Pangeran.
Pangeran minta kepolisian
sebagai pengak hukum milik masyarakat bukan sebagai alat kekuasaan.
“Polisi harus betul-betul netral sebagai penegak hukum milik masyarakat bukan milik pejabat atau alat seseorang. Apalagi sebagai alat kekuasaan,” tegas Pangeran.
“Ke depan tidak boleh ada lagi hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas, tidak ada lagi kriminalisasi dilakukan oleh oknum penyelidik,” pungkas Pangeran.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















