UNGKAPAN di Perkara Gratifikasi Bendungan Tapin, Ada Ranah Perdata Hingga Merasa Aneh

- Penulis

Senin, 19 Juni 2023 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia–Ungkapan di perkara gratifikasi Bendungan Tapin, ada sampaikan ini ranah perdata hingga merasa aneh.

Ini dari tim penasihat hukum terdakwa mntan Kepala Desa Pitak Jaya Kecamatan Piani Kabuoaten Tapin, Rahmi Fauzi.

Mereka menilai menilai kalau perkara klienya termasuk ranah hukum perdata, bukan ranah pidana apalagi tindak pidana korupsi.

Sementara tim pensihat hukum dua terdakwa lainnya, yakni terdakwa Ahmad Rizaldy dan Herman dari Kantor Hukum Marudut Tambulon dan rekan menilai dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap  sangat membinggungkan.

Sehingga batal demi hukum, serta mengembalikan harkat dan martabak kleinyanya.

Menurut Honda Dinata dari Kantor Hukum Rahmi Fauzi, mengakui kalau kliennya tidak tepat di pidana, tetapi memasuki ranah perdata. Karena anatar klienya dengan korban sudah ada kesepakatan.

Hal ini disampaikan oleh kedua pensihat hukum terdakwa dalam eksepsinya di pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tipikor) Banjarmasin, Senin (19/6/2023) di hadapan majelis hakim yang diketuai hakim Suwandi.

Yang lebih aneh ujar Honda, dalam kasus gratifikasi seperti yang dituduhkan kepada kliennya, mana si pemberi. Seharusnya perkara gratifikasi ada penerima dan pemberi.

“Dikatakan korupsi, sementara kliennya tidak ada berhubungan dengan pemerintah secara langsung dalam hal ganti rugi lahan tersebut.

Tetapi berhubungan langsung dengan korban penerima uang ganti rugi,’’ beber Honda Dinata, kepada awak media usai sidang.

“Jadi aneh kalau klien kami dikatakan melakukan korupsi apalagi adanya dakwaan tindak pidana pencucian uang,’’ tambahnya.

Ketiga terdakwa tersebut yang disidang secara terpisah, terdiri dari mantan Kepala Desa Pitak Jaya Kecamatan Piani Tapin Sugianoor, Ahmad Ruzaldy guru SDN Bakarangan dan Herman warga Pitak Jaya.

Ketiga selain diduga melakukan tindakan gratifikasi juga didakwa melakukan tindakan pencucian uang.

Menurut JPU Dwi Kurnianto, ketiga secara bersama sama melakukan pemotongan 50 persen dari lima korban yang mendapatkan ganti rugi dari pembebasan lahan untuk pembangunan bendung Tapin.

Dalam dakwaan tersebut, Sugianoor menerima sebesar Rp 800 juta, Ahmad Rizaldy dikisaran angka Ro 600 juta rupiah dan Herman yang merupakan warga setempat jumlah justru paling besar Rp 945 juta lebih.

Baca Juga :   DISITA Rokok Ilegal dan MMEA di Kalsel, Selamatkan Kerugian Negara 15 MIliar Lebih

Umumnya yang menjadi korban dari kelima penerima uang ganti rugi tersebut, karena surat surat tidak lengkapi dan pengurusanya kelengjkapan tersebut dilakukan oleh ketiga terdakwa.

Sebetulnya ujar JPU kelima korban ini tidak mau untuk memberikan sebesar yang diminta.

Tetapi karena kelengkapan surat surat tanah yang dimiliki kurang. Mereka terpaksa memberikan apa yang diminta.

Sugian yang merupakan orang nomor satui di desa Pitak Jaya tersebut uang yang diperoleh digunakan untuk umrah sekeluarga, beli lahan selain untuk membayar mahar perkawinan anaknya.

JPU kepada ketiga terdakwa dikenakan pasal gratifikasi yang sama yakni pasal 12 huruf e Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kedua pasal 11 Undang Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan undang undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Sedangkan pelanggaran tentang pencucian uang, JPU pertama mematok pasal 3 UU RI No.8 tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan kedua pasal 4 UU RI No.8 tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sedangkan untuk terdakwa Herman karena orang swasta, dikenakan pasal 3 untuk yang pertamna dan kedua pasal 5 UU RI No.8 tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang

Seperti diketahui, bendungan yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 1 triliun ini merupakan merupakan proyek tahun jamak antara 2015 sampai 2020.

Dalam kasus ini, sudah ada 20 orang yang dijadikan saksi dan diperiksa.

Dari pemilik tanah, kepala desa, hingga mantan kepala BPN Tapin.(HD)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan
KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:43

DUKUNG Barito Putera, Bank Kalsel Bagikan 10 Tiket Nonton Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:20

ALVIN TEDJO, Politikus Keturunan Indonesia Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:34

SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:19

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:07

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0

Berita Terbaru

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026). (Antara/M Imam Pramana)

Nasional

LEBIH DARI 100.000 Personel jadi Satgas Karhutla

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:56

Petugas Kemenhut pasang plang di sejumlah wilayah lahan bekas karhutla. (HO-Kemenhut)

Kalteng

KAWASAN BEKAS KARHUTLA Kalteng Dipasang Plang

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:32

Perampok menodongkan pistol dan menggasak 13 HP di Kobar tertangkap CCTV. (Foto: Istimewa)

Kalteng

TODONGKAN PISTOL! Perampok Sikat 13 HP

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:10