TERBAIK NASIONAL Ditpolairud Polda Kalsel, “KRYD” Berkaitan “Destructive Fishing” Mengungkap 15 Kasus

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 23:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Ditpolairud Polda Kalsel) menduduki peringkat pertama atau terbanyak pengungkapan tindak pidana perikanan se-Indonesia selama 60 hari periode 24 Februari-24 April 2025, kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) berkaitan destructive fishing.

“Kami mengungkap 15 kasus tingkat polda maupun polres jajaran se-Kalsel, Polda Kaltim peringkat kedua, Polda Kalteng.

Disusul Polda Babel Polda DIY dan Polda Lampung pada lima besar nasional,” kata Direktur Polairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan Syafruddin pada wartawan, Jumat (25/4/2025).

Iai merinci 15 kasus dimaksud terdiri dari lima kasus ditangani Ditpolairud Polda Kalsel dan 10 kasus diungkap Satpolairud Polres jajaran.

Penangkapan ikan yang merusak ekosistem perairan itu di antaranya penggunaan alat tangkap cantrang, jaring pukat hella atau trawl dan setrum ikan.

Untuk cantrang yang digunakan berdiameter kurang dari 2 Inci dan berbentuk diamond.

Sementara surat izin penangkapan ikan yang pelaku miliki berjenis Jaring Tarik Berkantong (JTB) dengan ukuran lebih dari 2 Inci dan berbentuk squere atau kotak.

Sementara alat tangkap jaring pukat hella atau trawl dengan cara menarik jaring berkantong biasanya sampai ke dasar laut, dengan satu atau dua kapal yang bergerak menariknya sehingga berdampak negatif terhadap ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya ikan.

“Begitu juga setrum ikan, banyak ikan-ikan kecil di air tawar ikut mati dan merusak lingkungan perairan sekitar termasuk bahaya penggunaannya bisa menyebabkan kematian manusia jika tersetrum,” jelasnya didampingi Kasubdit Gakkum, AKBP Jeremias Tony Putrawan.

Baca Juga :   POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

“Pelaku cantrang dan jaring pukat hella kebanyakan nelayan asal pulau Jawa dan tentunya keberadaan mereka membuat resah nelayan lokal,” tambahnya yang didampingi juga Kasat Polairud Polres Tanah Laut, Iptu Alamsyah Sugiarto.

Dalam operasi penegakan hukum dan patroli keamanan perairan, Ditpolairud Polda Kalsel dibantu KP. Tekukur-5010 Korpolairud Baharkam Polri.

Selain upaya represif, edukasi dan sosialisasi terkait destructive fishing Ditpolairud Polda Kalsel juga mencapai prestasi gemilang melakukan kegiatan terbanyak yakni 4.737 kali kegiatan.

Peringkat kedua hingga lima besar diduduki Polda Kalteng, Polda Sumsel, Polda Kalbar dan Polda Maluku Utara.

Prestasi ini turut diapresiasi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono yang sangat mengetahui kinerja Ditpolairud Polda Kalsel sebagai mitra di lapangan dalam bidang perikanan dan kelautan. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:09

AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:09

TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:14

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:14

UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:21

HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17

RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:13

BAKAR TERPAL Warung Bakso, ABH 12 Tahun Dimediasi Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:08

PULUHAN WARGA-POLISI Aksi Donor Darah Wujud Kepedulian Terhadap Sesama

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca