TAAT Imbauan MUI, Sejumlah Masjid di Kalsel Tiadakan Shalat Jumat

TAAT Imbauan MUI, Sejumlah Masjid di Kalsel Tiadakan Shalat Jumat

SuarIndonesia – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan yang telah mengeluarkan imbauan untuk tidak menyelenggarakan shalat Jumat di masjid tampaknya dipatuhi. Hal itu terbukti kegiatan Shalat Jumat tak dilakukan di Masjid Sabilal Muhtadin, Masjid Noor, Masjid Jami, Masjid Hasan Majedi dikarenakan untuk memutus penyebaran virus Covid-19 di Banua.

Bahkan Masjid Agung Al-Karomah Martapura hingga Masjid Jami Sungai, Masjid Sultan Suriansyah di Kuin pun tak menggelar shalat Jumat untuk sementara waktu. Namun kabar terakhir Masjid Al Karomah tetap menggelar Shalat Jumat dengan jumlah jemaah dibatasi cuma sekitar 50 orang.

Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang lebih dahulu memutuskan untuk tak laksanakan shalat Jumat. Selanjutnya, Masjid Al-Karomah Martapura yang mengeluarkan keputusan pada Kamis (26/3/2020) malam.

Kemudian Masjid Jami Banjarmasin yang baru pagi tadi memutuskan tak menunaikan shalat Jumat di masjid. Meski sempat beredar kabar bahwa masjid tertua kedua di Banjarmasin tersebut, tetap melaksanakannya.

Saat dikonfirmasiJumat (27/3/2020) pagi, Sekretaris Umum Pengurus Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, H Radiansyah membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan keputusan tak menggelar shalat Jumat tersebut berdasarkan imbauan dari MUI Kalsel.

“Banyak pertimbangan, Masjid Jami Banjarmasin tak jadi gelar shalat Jumat berdasarkan imbauan MUI Kalsel,” kata H Radiansyah.

Alasan sebelumnya tetap akan menggelar shalat Jumat, lantaran banyaknya desakan dan permintaan jamaah. Namun, masjid yang biasa dipadati ribuan jamaah KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi setiap malam Minggu ini juga mengacu pada Masjid Al-Karomah Martapura yang baru mengeluarkan keputusan tadi malam.

“Selain itu, sebaran dari virus Corona yang sangat cepat itu juga menjadi pertimbangan pihak pengelola masjid,” ucapnya.

Menurut Radiansyah, Masjid Jami Banjarmasin merupakan salah satu masjid terbesar dan jamaahnya juga cukup padat.

“Memang Corona ini penyebarannya luar biasa dan tak nampak. Kalau dia satu atau dua hari masih belum terlihat dampaknya. Nanti kalau kita tetap laksanakan itu, risiko penyebarannya luar biasa,” ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada umat muslim atau jamaah yang biasa shalat di Masjid Jami untuk tetap berdiam diri. Kemudian, melaksanakan ibadah di rumah. Kemudian, meminta untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dan memperbanyak doa.(SU)

 400 total views,  3 views today

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: