SOAL Hasil Swab Balon Pilkada, dr Rudy : Petugas Medis Sudah Bekerja Maksimal

SOAL Hasil Swab Balon Pilkada, dr Rudy : Petugas Medis Sudah Bekerja Maksimal

SuarIndonesia – Pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan setiap bakal pasangan calon (bapaslon) yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 merupakan syarat untuk bisa menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Pilkada Kalsel 2020, dr Muhammad Rudiansyah mengatakan, tahap swab PCR itu bukan merupakan pemeriksaan ke depan. Namun hal tersebut bertujuan untuk mendiagnosa kondisi bakal calon (balon) pada saat sebelum menajalani swab test.

“Artinya apabila hari ini negatif, bukan ke depannya itu negatif terus, tapi ke belakangnya yang negatif. Begitu juga jika tes tersebut menunjukkan hasil yang positif,” ucapnya saat disambangi awak media di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2020) siang.

Menurutnya, hasil yang keluar pada pemeriksaan saat itu tidak menjamin beberapa hari ke depan masih sama. Pasalnya, berbeda satu jam saja, hasil pemeriksaan bisa saja menunjukkan hasil yang bertolak belakang dari sebelumnya.

Hal itulah yang membuat hasil peeriksaan setiap kali pemeriksaan berbeda setiap waktunya. “Itu tidak menjadi satu-satunya jaminan. Makanya kegiatan yang dijalani yang bersangkutan dari waktu ke waktu bisa mengubah hasil pemeriksaan swab,” tukasnya.

Ia menjelaskan, swab yang dijalani bapaslon Pilkada 2020 merupakan pemeriksaan yang dilakukan para petugas medis dengan sangat teliti.

“Pemeriksaan ini bisa tidak terdeteksi di tempat lain, tapi di tempat yang menggunakan peralatan yang lebih sensitif dan peka. Hal tersebut bisa terdeteksi dengan sempurna walaupun hanya sedikit yang terlihat. Karena yang diperiksa ini adalah bagian dari virus yang sangat spesifik khusus untuk Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, bagi pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Selatan (IDI Kalsel) itu menuturkan, pemeriksaan swab yang dilakukan oleh tim medis RSUD Ulin itu merupakan salah satu upaya memenimalisir terjadinya penularan virus baru kepada tim medis yang bekerja.

“Sudah lebih dari 105 dokter yang meninggal dunia dalam menangani pandemi ini. Jadi syarat swab yang dilakukan setiap paslon tersebut juga memberikan jaminan bahwa anggota kami (tim dokter tes kesehatan) aman dari paparan virus Corona,” terangnya.

Kemudian, ia menegaskan, bahwa paslon yang diagnosa positif masih bisa melakukan pemeriksaan setelah dinyatakan negatif dari paparan virus yang menginfeksi jaringan pernapasan manusia itu.

“Kalau sudah positif, ya kita akan menunggu sampai hasilnya negatif. Karena ini merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya seperti flu, tapi ketika memasuki tahap yang berat, maka harus dengan penanganan dokter untuk menyembuhkannya,” imbuhnya.(SU)

 148 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: