SOAL Hasil Swab Balon Pilkada, dr Rudy : Petugas Medis Sudah Bekerja Maksimal

- Penulis

Rabu, 9 September 2020 - 23:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan setiap bakal pasangan calon (bapaslon) yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 merupakan syarat untuk bisa menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Pilkada Kalsel 2020, dr Muhammad Rudiansyah mengatakan, tahap swab PCR itu bukan merupakan pemeriksaan ke depan. Namun hal tersebut bertujuan untuk mendiagnosa kondisi bakal calon (balon) pada saat sebelum menajalani swab test.

“Artinya apabila hari ini negatif, bukan ke depannya itu negatif terus, tapi ke belakangnya yang negatif. Begitu juga jika tes tersebut menunjukkan hasil yang positif,” ucapnya saat disambangi awak media di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2020) siang.

Menurutnya, hasil yang keluar pada pemeriksaan saat itu tidak menjamin beberapa hari ke depan masih sama. Pasalnya, berbeda satu jam saja, hasil pemeriksaan bisa saja menunjukkan hasil yang bertolak belakang dari sebelumnya.

Hal itulah yang membuat hasil peeriksaan setiap kali pemeriksaan berbeda setiap waktunya. “Itu tidak menjadi satu-satunya jaminan. Makanya kegiatan yang dijalani yang bersangkutan dari waktu ke waktu bisa mengubah hasil pemeriksaan swab,” tukasnya.

Ia menjelaskan, swab yang dijalani bapaslon Pilkada 2020 merupakan pemeriksaan yang dilakukan para petugas medis dengan sangat teliti.

“Pemeriksaan ini bisa tidak terdeteksi di tempat lain, tapi di tempat yang menggunakan peralatan yang lebih sensitif dan peka. Hal tersebut bisa terdeteksi dengan sempurna walaupun hanya sedikit yang terlihat. Karena yang diperiksa ini adalah bagian dari virus yang sangat spesifik khusus untuk Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :   MENDAGRI Tito: Pastikan tidak Ada PPPK Dirumahkan

Selain itu, bagi pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kalimantan Selatan (IDI Kalsel) itu menuturkan, pemeriksaan swab yang dilakukan oleh tim medis RSUD Ulin itu merupakan salah satu upaya memenimalisir terjadinya penularan virus baru kepada tim medis yang bekerja.

“Sudah lebih dari 105 dokter yang meninggal dunia dalam menangani pandemi ini. Jadi syarat swab yang dilakukan setiap paslon tersebut juga memberikan jaminan bahwa anggota kami (tim dokter tes kesehatan) aman dari paparan virus Corona,” terangnya.

Kemudian, ia menegaskan, bahwa paslon yang diagnosa positif masih bisa melakukan pemeriksaan setelah dinyatakan negatif dari paparan virus yang menginfeksi jaringan pernapasan manusia itu.

“Kalau sudah positif, ya kita akan menunggu sampai hasilnya negatif. Karena ini merupakan penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya seperti flu, tapi ketika memasuki tahap yang berat, maka harus dengan penanganan dokter untuk menyembuhkannya,” imbuhnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TRAGEDI Alfamart Gambut, Seorang Pria Ditemukan Tewas
SUARA LEDAKAN dan Membara di Alfamart Km  13 Gambut, Seorang Terduga Pelaku Diamankan
8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung
2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat
RUU APBN 2027 Disahkan jadi Undang-Undang
POLISI Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut dengan Korban Siswi SMA di Banjarmasin
CECERAN SOLAR di Jalan Antasari Depan RS Sari Mulia Banjarmasin, Sejumlah Pengendara Terjatuh
SEORANG WARGA KALSEL Laporkan Dugaan Ancaman Oknum Polisi, Diapresiasi Respons Divisi Propam Polri
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:46

PERKARA KORUPSI PT Asabaru Balangan Dua Terdakwa Divonis Penjara dan Denda

Rabu, 30 September 2026 - 20:18

361 PERSONEL JDR Jepang Dianugerahkan Satyalancana Dharma Samudera

Selasa, 29 September 2026 - 22:09

PEREMPUAN ADAT Masih Didiskriminasi dan Diabaikan

Selasa, 29 September 2026 - 21:51

KASUS KORUPSI MBG: Enam Tersangka Dilimpahkan Kejagung ke Kejari Jakpus

Selasa, 29 September 2026 - 21:45

BARESKRIM Dalami Unsur Pidana Karhutla dari Sanksi Administratif

Selasa, 29 September 2026 - 21:36

8 OKTOBER, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung

Selasa, 29 September 2026 - 21:30

2027 GAJI PPPK Pemda Resmi Ditanggung Pemerintah Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 21:26

KEMENHAJ: 50 Persen Biro Umrah Berstatus tidak Aktif

Berita Terbaru

Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor bersama pejabat Provinsi Kalimantan Timur dan pejabag Kementan memgawali gerakan tanam padi metode PM-AAS di lahan persawahan Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paaer Utara, Rabu (30/9/2026) (Foto: HO-dokumen Humas Setda Pemkab PPU)

Kaltim

WUJUDKAN Swasembada Pangan dan Air Melalui PM-AAS

Rabu, 30 Sep 2026 - 20:38

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca