SERING Diancam Menantu, Akhirnya Nekad Habisi Duluan dan Inilah Kronologisnya

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2020 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Inilah pengakuan  pembunuh anak menantunya yang dilakukan Sutrisno (50).

Ia sering diancam, dan akhirnya nekad habisi duluan si anak menantunya itu,  Hairudin (32).

Sutrisno warga Desa Jelapat Baru RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Di hadapan Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno SIk didampingi Wakapolres, Kompol Jatmiko, Kasat Reskrim, AKP Edi Yulianto, dan Kapolsek Tamban, AKP Aunur Rozaq, S.Sos, Selasa (10/3/2020), ceritakan atas semua dilakukannya.

Tersangka Sutrisno, mengakui semua kesalahannya karena khilaf

Alasan lainnya sering meminta uang kepada istrinya dan dirinya.

“Sering mengeluarkan kata-kata ingin membunuh keluarga saya sendiri,” ucapnya.

Selain itu juga korban ‘mabuk’ game online ini di [{Handphone}] dan diduga sering menggunakan narkoba.

“Kalau sudah dalam keadaan fly sering meminta uang kepada saya.

Apalagi istrinya, anak saya itu baru pulang kerja langsung meminta uang,” ujarnya lagi.

“Kalau tak memberi uang dirinya bersama istri dan anak saya jadi sasaran pemukulan hingga akhirnya anak aya sempat mengalami luka di bagian kepala,” tutur tersangka.

Korban pun sempat mengeluarkan kata-kata “saya tidak takut dilaporkan ke polisi, karena polisi dan preman adalah teman saya“ucap korban seperti ditirukan kepada tersangka sebelum terjadinya pembunuhan itu.

Waktu kejadian dirinya menggunakan sepeda motor, langsung dikejar korban sambil memanggil nama Sutrino.

Sampai akhirnya dekat pesawahan terletak di kawasan Jelapat Baru Handil Derawam RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Batola.

“Saya langsung mengambil kayu yang ada di tempat kejadian.

Saat korban melintas saya langsung memukul wajahnya, sehingga tersungkur ke tanah, dan saya pukul lagi dan korban sempat mengeluarkan kata ampun jangan dipukuli lagi,” ujarnya.

Baca Juga :   PENGUSAHA Singkawang Ditembak, Adik Diduga Jadi Inisiator

“Karena hati saya merasa panas tetap memukulinya hingga tak ada suara lagi<‘ tambahnya.

Selanjutnya ia mengambil terpal untuk menutupi korban yang banyak mengeluarkan darah dan dugulungkan terpal ke tubuh korban.

“Usai itu saya pulang dan meminta bantuan kepada anak bersama istri saya, untuk menggali tanah guna mengubur korban dengan cara menarik terpal korban pun akhirnya dapat dikubur,” ucap Sutrisno.

Dimana peristiwa terjadi sekitar Minggu sore (01/03/2020 sekitar pukul 19.00 WITA.

Pada awal keluarga korban menanyakan  keberadaan anaknya kepada istrinya Hairudin.

Istrinya menjawab sedang berada di luar kota mencari pekerjaan.

Setelah beberapa hari peristiwa akhirnya Rabu lalu (04/03/2020), istri korban mendatangi ke Mapolsek ANjir Muara melaporkan korban yang tidak pulang ke rumah.

Keesokan harinya tepatnya Kamis pagi (05/03/2020), keluarga korban kembali mendatangi ke rumah istri korban di Jelapat Baru Handil Derawam RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Batola.

Kedatangan kedua kalinya kembali menanyakan soal keberadaan korban sebenarnya dan mendesak istri korban untuk memberitahu, akhirnya istri korban buka suara kalau sudah meninggal di bunuh ayahnya. (DO)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda
26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026
243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
SEIMBANGKAN Bisnis dan ESG, CK Bagikan Sembako dan Cek Kesehatan di 17 Desa Sungai Loban
DITAHAN Penyidik Kejati Tiga Tersangka Korupsi, Termasuk Kepala BKSDA Kalsel

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Foto ilustrasi hujan menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya pada tahun lalu. (Foto: Istimewa)

Kalteng

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:59

Barito Kuala

SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis

Jumat, 23 Okt 2026 - 21:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca