SENIMAN HSS Memukau, Juarai Festival Musik Tradisional di TMII Jakarta

- Penulis

Rabu, 20 September 2023 - 22:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Sebanyak 12 seniman asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)  tampil memukau dan juarai Festival Musik Tradisional (daerah)  di TMII Jakarta.

Ini kombinasi alunan musik tradisional dengan prosesi ritual suku Dayak Meratus “Mamang” yang mencerminkan proses kelahiran manusia di alam semesta, sebagai bagian yang selaras dengan kehidupan sekitar.

“TMII (Taman Mini Indonesia Indah) mengumumkan kalau Provinsi Kalsel sebagai pemenang Festival Musik Tradisional 2023 yang digelar dalam rangkaian Parade Musik Daerah ke 9 pada Minggu, 17 September, kata . Kepala Anjungan Kalsel di TMII, Mumun Amuntaiarni, Rabu (20/9/2023).

Selain Kalsel, Parade juga diikuti 6 provinsi lainnya yaitu  DKI Jakarta yang menampilkan sajian dengan judul “Warna-Warni Jakarta”.

Provinsi Riau dengan judul Garapan “Menumbai”. Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Bengkulu dengan “Dhol Milenial Melaju Utuh”, Provinsi Papua, dan Provinsi Banten.

Menurut Mumun pemilihan musik tradisional yang biasanya mengiringi upacara ritual suku Dayak Meratus ini memang tepat.

Selain unik dan sakral, musik tradisional tersebut juga menjadi representasi suasana eksotik alam pegunungan di pedalaman bukit Meratus Kalsel.

Baca Juga :   KEPERGOK Ingin Curi Helm Dikejar Warga Berakhir Terjun ke Sungai Martapura

Pada bagian lain dijelaskan, selama ini masyarakat mengenal musik tradisional asal Kalsel terbatas pada musik panting, musik Japin, madihin, kuntau dan lamut.

Padahal ada kekayaan musikal Kalsel lainnya, namun masih tertutup eksistensinya.

“Komposisi “Mamang atau mantra” asal pedalaman Dayak Meratus kita pilih untuk menampilkan tabuhan peralatan musik tradisional seperti babun, agung, sarunai, suling, kulimpat, kanung, galang hiyang ,gong, lonceng dan gandang Bukit sebagai bagian dari seni pertunjukan yang layak tampil dikancah yang lebih luas,” tutup Mumun.  (*/SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:28

PANGDAM XXll/TB Didampingi Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Tinjau Posko Karhutla di Kalsel Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:25

STATUS TANGGAP DARURAT Karhutla Diperpanjang Sebulan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12

HUJAN di KALSEL dan KALTENG Berkat Operasi Modifikasi Cuaca

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14