SALAH SATU Murid Abah Guru Sekumpul Nahkodai MUI Kalsel Periode 2026-2031

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndoenesia – KH Ahmad Syairazi, yang salah satu murid dari Syekh H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Kalsel, terpilih menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) periode 2026-2031.

Musda) digelar di pendopo Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel, dihadiri Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin Bupati HSS H Syafrudin Noor.

“Forum musda bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah gerak MUI ke depan di tengah dinamika zaman yang terus berkembang,” kata Bupati HSS dalam sambutan kegiatan, Minggu (15/2/2026).

Pihaknya berterima kasih dan menyampaikan penghargaan atas kiprah MUI, yang selama ini konsisten membimbing umat serta menjaga harmoni kehidupan beragama di daerah.

Menurut dia, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin beragam, mulai dari persoalan sosial dan ekonomi hingga derasnya arus informasi di era digital.

Karena itu, keberadaan ulama dinilai semakin penting sebagai penuntun moral sekaligus penyejuk di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Peran ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus memperkuat persatuan umat. Pemkab HSS akan terus berkolaborasi dengan MUI untuk menjaga kerukunan beragama,” ucap bupati.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, menekankan bahwa hubungan yang harmonis antara ulama dan pemerintah selama ini telah memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan pembangunan daerah.

Pihaknya pun berharap kemitraan tersebut semakin diperkuat, agar mampu menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
“Sinergi ulama dan umara harus terus dijaga dan diperkuat demi kemaslahatan masyarakat,” tambahnya.

Diketahui, KH Ahmad Syairazi, yag juga dikenal akrab Tuan Guru H.Ahmad Syairazi, adalah pemimpin Ponpes Dalam Pagar Kandangan Terpilihnya Guru Syairazi otomatis nantinya menggantikan Ketua MUI sebelumnya, KH Husin Naparin.

Pria kelahiran Kandangan 10 januari 1976, yang merupakan anak dari pasangan suami isteri H.Pandi Mukeri dan Hj.Kaptiah Jalil ini, menuntut ilmu sejak kecil hingga belajar sampai ke Makkah.

Ketika berusia 6 tahun beliau sekolah di SDN Kandangan Kota 6 dan saat berusia 10 tahun beliau belajar sekolah arab di Madrasah Darul Ulum Pandai Kandangan.

Saat itu belajar Al Qur’an dengan seorang guru yang bernama H. Ahmad Shagir, Karang Jawa, Kandangan. Atas anjuran dan nasehat Tuan Guru H. Zainuddin (Guru Inud), Tibung, Kandangan supaya belajar di pesantren Dalam Pagar Martapura, maka ketika berusia 13 tahun beliau mulai belajar dan memondok di sana untuk memperdalam lagi ilmu agama.

Baca Juga :   TRAGIS Seorang Pria Tewas Ditikam di Halaman Toko, Begini Awal Peristiwa

belajar dengan sejumlah guru. Diantaranya, Tuan Guru H. Hamzah, Tuan Guru H. Ahmad Kasyfuddin, Tuan Guru H. Abdul Hamid, Tuan Guru H. Mahmud, Tuan Guru H. Nuzhan, Tuan Guru H. Abdul Majid dan Tuan Guru H.M. Mazani.

Tak hanya itu, lainnya, Tuan Guru H. Abdul Murid, Tuan Guru H. Abdul Halim, Tuan Guru H. Hifni Afif, Tuan Guru H.M. Fadhil Zain , Tuan Guru H.M. Sya’rani, Tuan Guru H.M. Mahjuri, Tuan Guru M. Fauzi, Tuan Guru H.M. Nuhdi, Tuan Guru H. Zainal Ilmi, Tuan Guru H.M. Arif, Tuan Guru H.M. Syaifullah, Tuan Guru H. Fadlan, Tuan Guru H.Bustami, Tuan Guru H. Munawar (Guru Kubah) dan lain-lain.

Pada tahun 1991 beliau pindah ke Sekumpul untuk memperdalam ilmu agama dengan seorang ulama terkenal kharismatik Syekh H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) dan juga selalu hadir dalam majlis pengajian Guru Seman Mulya (Guru Padang ).

Pada tahun 1993 atas petunjuk dan nasehat seorang ulama di Kandangan keturunan dari Datu Kelampayan (Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari) yaitu Tuan Guru H. Abdus Samad Al Arsyadi, agar beliau meneruskan belajar ke Makkatul Mukarramah untuk memperdalam ilmu agama.

Berangkatlah beliau ke tanah suci Makkah untuk lebih menambah atau memperkaya lagi ilmu agama yang sudah ada.

Pada tahun 2010 beliau pulang ketanah air (kampung halaman), Kandangan atas isyarat Guru beliau Abah Guru Sekumpul, Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki dan Al Habib Abdullah bin Abu Bakar Athas Al Habsyi Al Makki untuk membuka majelis dan pondok pesantren.

Tak berapa lama berdirilah pondok pesantren Dalam Pagar, Madrasah Diniyah Taklimiyah Al-Busyra dan Majelis Ta’lim Raudhatul Ghanna Annabawiyah, di Kandangan. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM
HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla
TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu
PELESTARIAN Naskah Kuno Warisan Budaya Banua

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca