Restoran Terapung Mulai Pasang Rangka Atap

- Penulis

Minggu, 14 Juli 2019 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pembangunan Restoran Terapung di Sungai Martapura yang mencontoh Pemerintah Pelembang, meski dibiayai gabungan Koperasi tetapi masih berjalan.

Bahkan pembangunan Restoran Terapung yang sempat jadi bahan guyonan Pemerintah Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, karena menurut mereka pembangunan berkonsep terapung itu membutuhkan biaya yang sangat tinggi kini sudah mulai pemasangan rangka atap.

“Alhamdulillah sekarang Restoran Terapung meski berat pembangunan terus dilaksankaan dan kini sudah masuk rangka atap. Mudah-mudahan bisa selesai yang dijualkan dan 24 September diresmikan,’’ ucap Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Banjarmasin Sumarno di Banjarmasin kepada awak media, Minggu (14/07/2019).

“Kita tetap komitmen pembangunan Restoran Apung bisa selesai dan diresmikan operasionalnya pada peringatan hari jadi ke-493 kota, tepat pada 24 September nanti,” ucap Sumarno optimis kalau pembangunan Restoran Apung bisa diwujudkan.

Dia mengatakan, pembangunan restoran apung di atas sebuah kapal tongkang tersebut membutuhkan biaya besar, yakni, sekitar Rp1 miliar. “Dana yang kita miliki tidak mencukupi lagi, yang ada baru sekitar setengahnya,” tutur Sumarno.

Menurutnya, pembangunan restoran apung yang akan bertempat di siring Sungai Martapura depan Balai Kota Banjarmasin tersebut murni dari dana gotong royong sebanyak 19 koperasi.

“Pemerintah Kota Banjarmasin hanya membantu tempat atau mengizinkannya beroperasi di depan Siring Sungai depan balai kota,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya di koperasi harus mengadakan sebuah kapal tongkang yang cukup mahal, yakni, Rp340 juta sebagai tempat restoran apung tersebut.

Baca Juga :   PLN Nyatakan Kelistrikan Kalselteng Masih Siaga

“Ini pun dihargai kapal tongkang itu senilai besi bekas, karena kalau dihitung betul-betul harga perkilogramnya, bisa mencapai Rp700 juta, jadi sebenarnya harganya itu murah,” ujarnya.

Sebab, lanjut Sumarno, kapal tongkang bekas yang mereka beli tersebut dengan diameter 10×30 meter.

Dia mengaku belum mengetahui konsep restoran apung tersebut nantinya seperti apa, namun menurutnya akan sangat terjangkau.

“Kita akan berupaya harga menu makanan di sana terjangkau, sehingga semua lapisan masyarakat bisa berkunjung,” katanya.

Namun yang pasti, kata Sumarno, tidak hanya masalah ekonomi adanya restoran apung ini, tapi juga mendukung pariwisata kota.

“Sementara di Palembang pembangunan Retoran Terapung menghabiskan biaya Rp15 miliar. Sedangkan kita tidak sebesar itu. Bahhkan kami tidak memakai anggaran APBD, karena dana pembangunan restoran terapung berasal koperasi gabungan,” demikian Sumarno.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WUJUD KEPEDULIAN Jajaran Polresta Banjarmasin Sambangi Rumah Duka Anggota Relawan BPK KTC
SEHARI PENCARIAN, Jasad Anak yang Tenggelam Ditemukan
TIM BAPANAS RI Dikawal Polda Kalsel Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Muara Kelayan
DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan
PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng
KEBAKARAN di Komplek DPR Bandarmasih, “Renggut Nyawa” Seorang Anggota Pemadam Kebakaran
WARGA Komplek DPR Bandarmasih Digegerkan Kobaran Api
PRIA MABUK Bawa Sajam Resahkan Warga Diamankan Polisi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:59

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 September 2026 - 21:45

SATU Ton Cairan Inovasi Karhutla Dikirim ke Kalteng

Senin, 7 September 2026 - 13:13

DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

Senin, 7 September 2026 - 13:12

PERKUAT SINERGI Pengawasan dan Pelayanan Publik Dilaksanakan DPRD Kalsel dan Kalteng

Minggu, 6 September 2026 - 20:36

KARHUTLA KALTENG: 24 Orang Jadi Tersangka, 4 Perusahaan Diselidiki

Jumat, 4 September 2026 - 22:08

BUSA SABUN Jadi Senjata Lawan Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 21:44

BARA API di Lahan Gambut Dicari Pakai Drone Thermal

Jumat, 4 September 2026 - 20:50

SATGAS ‘Pemburu Api’ Dikerahkan, Cegah Api Karhutla Meluas

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: HO-Setpres)

Kalbar

SAWIT Muncul di Bekas Karhutla Kalbar

Senin, 7 Sep 2026 - 23:11

Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kotim, warga harap kabut asap cepat reda. (Foto: Istimewa)

Kalteng

HUJAN Guyur Sejumlah Wilayah di Kotim

Senin, 7 Sep 2026 - 22:59

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca