SuarIndonesia — Enea Bastianini akhirnya raih kemenangan perdana untuk tim pabrikan Ducati, di MotoGP Malaysia, Minggu (12/11/2023). Comeback ke puncak podium tersebut dilakoni tanpa banyak drama.

La Bestia terlihat sangat emosional setelah mengalami musim penuh penderitaan akibat crash dan cedera parah. Ia pun mendapatkan ucapan selamat dari para lawan di Sepang. Ducati mengirim tujuh pembalap sebagai pemenang musim ini.
Terakhir kali, Bastianini mengangkat trofi di peringkat pertama pada MotoGP Aragon, September silam bersama Gresini Racing. Pekan ini, ia berada di podium bersama Alex Marquez dan Francesco Bagnaia.
“Perasaan saya kurang bagus. Saya merasa sangat lelah setelah memberikan 100 persen. Secara mental, hati saya belum 100 persen karena setelah cukup lama tidak podium, kemenangan datang. Hanya segelintir orang yang tahu apa yang saya alami untuk sampai di sini. Fantastis,” kata pembalap nomor 23 itu dikutip SuarIndonesia dari motorSport.com.
Sang juara bertahan masih menjaga keunggulan 14 poin dari Jorge Martin. Pecco meraup 412 poin sejauh ini, sedangkan musuh terdekatnya 398. Marco Bezzecchi duduk di peringkat ketiga dengan 323 poin.
Para pembalap terdepan, Bagnaia, Jorge Martin, dan Bastianini, melaju bersisian setelah meninggalkan garis start. Namun, pada Tikungan 1, rider Pramac Racing melebar usai dapat tekanan dari gerombolan di belakangnya.
Bastianini pun berada di posisi terdepan, diikuti Alex Marquez, Bagnaia, Marco Bezzecchi dan Martin. Penantang juara dunia itu maju ke posisi keempat pada lap kedua. Ia pun memakai mode tempur karena pesaing utamanya, Pecco, tepat di depan.
Grup depan dalam sekejap terpecah jadi dua, dengan Bastianini diburu Marquez. Dalam jarak 1 detik di belakang mereka, Bagnaia berusaha menghalau Martin. Keduanya menggunakan kombinasi ban medium.
Bezzecchi yang tertinggal 0,5 detik memandang persaingan itu sambil mencari kesempatan menyalip.
Pertarungan sengit diperlihatkan pembalap pabrikan Ducati dan Martin untuk peringkat ketiga. Keduanya saling mendahului bahkan tak segan masuk dalam celah sempit.
Bendera kuning berkibar di lap 5 karena Joan Mir, crash di Tikungan 4. Ini merupakan kecelakaannya yang ke-23 musim ini.
Pecco berhasil menjauhi pembalap Spanyol itu dengan selisih 0,8 detik. Ducati Desmosedici GP23 tampak sangat dominan karena Alex Marquez akhirnya kesulitan mengejar Bastianini.
Miguel Oliveira menjadi korban pertama Tikungan 9 dari MotoGP. Titik ini mengakhiri kiprah beberapa pembalap Moto2 sebelumnya.
Hingga lap 9, tidak ada perubahan dalam lima terdepan. Namun, tidak terlihat tanda-tanda Marc Marquez mendekati 10 besar.
Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro mengalami crash kelima pekan ini, di Tikungan 9 dan harus mengakhiri hari lebih cepat. Brad Binder yang menghuni peringkat kedelapan jatuh di Tikungan 12.
Tensi rivalitas Bagnaia dan Martin menurun di pertengahan. Antara mereka terbentang selisih 2,2 detik. Mimpi buruk Honda berlanjut di Sepang, dengan crash Takaaki Nakagami di Tikungan 9.
Sisa enam lap, Fabio Quartararo melancarkan manuver untuk mendapatkan peringkat kelima yang diduduki Bezzecchi. Jack Miller, Fabio Di Giannantonio, Franco Morbidelli, dan Luca Marini melengkapi 10 besar.
La Bestia tampaknya sudah mengunci puncak podium di 3 putaran pamungkas karena gap dengan Alex Marquez lebih dari 1,7 detik. Sedangkan, Martin sudah tertinggal hampir 6 detik.
Brad Binder yang tersingkir masih menghuni peringkat keempat dalam klasemen, dengan 254 poin. Johann Zarco naik satu tingkat berkat 200 poin, ia membuat Aleix Espargaro turun usai DNF di Sepang. Maverick Vinales dan Luca Marini berdiri di P7 dan P8 setelah mengemas 175 poin dan 171 poin. Fabio Quartararo pun naik satu tangga ke urutan ke-9, dengan raihan 156 poin. (*/UT)



Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















