Produk Olahan di Kalsel Banyak Belum Tersertifikasi Halal

- Penulis

Kamis, 28 Februari 2019 - 00:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Sampai akhir 2018 tadi, tercatat ada 83 produk olahan usaha kecil menengah (UKM) di Kalsel.

Pesatnya pertumbuhan produk UKM ini tidak diimbangi dengan label yang sehat dan higienis.

Diketahui, sampai dengan saat ini baru 40 produk yang tersertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kendala biaya, hal itu yang diakui Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, mengapa masih sedikit produk yang tersertifikasi halal.

Disebutnya, untuk satu produk membutuhkan biaya kurang lebih Rp18 juta agar mendapatkan label halal.

“Anggaran di kami 20 produk per tahun,” ujarnya usai pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perindustrian 2019 di aula Dinas Perindustrian, Rabu (27/2).

Mahyuni mengatakan, untuk mendapat sertifikasi halal bukan hal yang mudah. Mmebutuhkan waktu sampai 10 bulan bahkan setahun.

Ia mengakui, kepercayaan konsumen akan meningkatkan apabila sudah ada label halal di produk bersangkutan.

Dengan adanya label halal, maka memberi rasa aman kepada konsumen.

Menurut Mahyuni, sudah ada yang merasakan efek negatif produk tidak berlabel halal.

Baca Juga :   PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Ada contoh nyata konsumen membatalkan membeli karena produk tak tersertifikasi halal.

Mahyuni mendorong seluruh produk UKM di Kalsel tersertifikasi halal. Jika tak ada anggaran dari APBD provinsi, maka dicarikan jalan lain melalui APBN.

“Kalau halal pasti sehat, setelah halal naik SNI, yang mahal untuk mendapatkan label halal membimbing mereka.

Mengajarkan rekayasa penempatakan bahan baku supaya sehat, kalau gampang dijangkau tikus itu berbahaya.

Apalagi semua di satu tempat, packing di situ mengolah disitu nyimpan bahan baku di situ tidur juga situ, itu tidak aman,” bebernya. (RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
UNGKAP BELASAN KASUS, Polda Kalsel Tetapkan 18 Tersangka BBM Subsidi hingga Jutaan Rokok Ilegal
HIJAUKAN Lingkungan Lewat “Green Policing”
RAKORDA ASDEKSI Kalsel Tekankan Pentingnya Akuntabilitas Pendalaman Tugas Anggota DPRD

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

TIGA Fokus Utama Penanganan Karhutla Kalteng

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:54

PANGKALAN BUN Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspada!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:10

IRA Diselamatkan dari Area Karhutla Kotim

Berita Terbaru

Dua WNA Afghanistan dideportasi Imigrasi Balikpapan. (Foto: Imigrasi Balikpapan)

Kaltim

2 WNA AFGHANISTAN Dideportasi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:05

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca