Suarindonesia – Setelah resmi diluncurkan program online single submission (oss) sejak bulan April lalu untuk seluruh proses perizinan di Banjarmasin, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Banjarmasin kembali akan meluncurkan dua program terbaru untuk menunjang kemudahan dalam mengurus perizinan pada bulan September mendatang.
Kepala Dinas PMPTSP Kota Banjarmasin, Ir H Muryanta mengatakan akan meluncurkan dua program terbaru untuk menunjang kemudahan masyarakat terkait perizinan dalam berbagai bentuk apa pun, dua program ini bernama program 3D dan program Mantag.
“Untuk program 3D terlebih dahulu ini adalah merupakan program yang menunjang kemudahan dengan percepatan durasi waktu dalam proses perizinan di Dinas PMPTSP. Sesuai dengan singkatannya pun 3D adalah Diserahkan Dua jam proses Diterima,” ucapnya kepada wartawan, Jumat,(30/05/2019).
Muryanta melanjutkan soal dua jam proses langsung diterima program 3D itu adalah waktu maksimal, “Sebenarnya setengah jam pun bisa kalau berkas lengkap atau komplit segala persyaratannya. Jadi program 3D ini harus lengkap terlebih dahulu berkas persyaratan sebelum penyerahan berkas pengajuan,” ujarnya.
Sedangkan untuk program lainnya, Muryanta menyebut Program Mantag yang dimaksudkan adalah setiap warga Banjarmasin yang memiliki urusan dengan perizinan bisa minta antar dari rumah tempat tinggal menuju ke kantor secara gratis alias tidak dipungut biaya apa pun.
“Sesuai dengan singkatannya lagi, Mantag ini adalah Mengantar Perizinan Gratis. Ini kalau yang tidak paham mengurus secara online bisa secara offline ke kantor begitu. Jadi kita akan sediakan driver sama sepeda motor nantinya untuk pengiriman para warga yang hendak mengurus sesuatu di Dinas PMPTSP ini,” kata Muryanta.
Sementara itu Muryanta menyebutkan kedua program penunjang kemudahan dan percepatan mengurus izin tersebut juga bertujuan untuk mewujudkan target Dinas PMPTSP tahun 2020 dengan program 100 persen Full Elektronik Perizinan (FEP) yang menggunakan tandatangan elektronik (TTE).
“Jadi tahun depan nanti 2020 ini kita targetkan 100 persen perizinan secara full menggunakan elektronik, yang sekaligus juga akan menggunakan tanda tangan elektronik sebagai pengganti tanda tangan biasanya,” pungkasnya.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















