SuarIndonesia – Penyidik Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpomal) Banjarmasin, memberikan deratan pertanyaan berkaitan dugaan oknum TNI AL berinisial J berpangkat Kelasi Satu J, anggota Lanal Balikpapan, yang bunuh Jurnalis Media Online Juwita di Banjarbaru.
Ada 63 pertanyaan kepada keluarga korban.”“Hari ini penyidik memanggil kami untuk kedua kali, tadi kakak ipar korban menerima 32 pertanyaan, dan kakak kandung korban menerima 31 pertanyaan,” kata Kuasa Hukum dari pihak keluarga, Muhamad Pazri, Rabu (2/4/2025).
Pemeriksaan lanjutan oleh penyidik ini untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) guna membuat perkara.
“Beberapa pertanyaan tadi diulang penyidik mulai dari kronologis, autopsi, pemakaman, hingga saat keluarga korban membuat laporan ke Polres Banjarbaru,” tambah Pazri.
Kemudian, penyidik juga telah menerbitkan berita acara penyitaan 14 BB (barang bukt)i yang di antaranya adalah mobil, sepeda motor, telepon seluler, kaca anti gores, laptop, dan alat bukti lainnya telah diperlihatkan penyidik kepada keluarga korban dan kuasa hukum.
Namun, kata Pazri, ada beberapa fakta baru yang sedang didalami penyidik, yakni indikasi kekerasan seksual yang dialami korban sebelum terduga pelaku mengeksekusi nyawa korban.
Pazri mengungkapkan bahwa pelaku J telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik per 29 Maret 2025 dan ditahan selama 20 hari terhitung sejak penetapan tersangka.
“Kami berharap penyidik lebih komprehensif, keluarga sudah meminta agar penyidik mengumpulkan bukti rekaman CCTV yang ada dari awal hingga akhir kejadian,” jelas Pazri.
Sementara saat ini, pihak Denpomal Banjarmasin belum bersedia memberikan keterangan resmi kepada awak media.
Namun, terduga pelaku J yang berdinas di Lanal Balikpapan sudah diserahkan Denpomal Balikpapan kepada Denpomal Banjarmasin untuk ditahan pada Jumat (28/3/2025) malam.
Peristiwa pembunuhan terjadi pada 22 Maret 2025 dan jasadnya ditemukan di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA.
Pada awal letika ditemukan bersama sepeda motor miliknya dugaan menjadi korban kecelakaan tunggal.
Namun pada bagian leher korban, terdapat sejumlah luka lebam serta ponsel milik Juwita tidak ada. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















