SuarIndonesia – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merilis hasil pemantauan kondisi hilal menjelang 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk wilayah ini.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa, 17 Februari 2026 M bertepatan 29 Sya’ban 1447 H, posisi hilal dinyatakan belum memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS terbaru.
Pemantauan dilakukan di rooftop Rumah Sakit Amanah Medical Centre, Jalan MT Haryono No.21, Banjarmasin.
Dari hasil perhitungan, tinggi bulan hakiki tercatat minus 1 derajat 09 menit 11 detik atau berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Sementara itu, elongasi geosentris tercatat 1 derajat 11 menit 45 detik.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa berdasarkan kriteria imkan rukyat MABIMS terbaru, tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan kondisi tersebut, secara hisab posisi hilal di wilayah Kalsel belum memenuhi syarat.
“Data yang kita peroleh menunjukkan tinggi hilal masih di bawah ufuk dan elongasi belum mencapai batas minimal 6,4 derajat.
Artinya, secara kriteria MABIMS, hilal belum memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai awal Ramadan,” ujar Muhammad Tambrin.
Ia menjelaskan, secara teori apabila kriteria tidak terpenuhi, maka 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 M.
Namun demikian, penetapan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.
“Kita tetap menunggu keputusan Pemerintah melalui Sidang Isbat Menteri Agama RI. Hasil pemantauan di daerah menjadi bahan pertimbangan nasional,” tambahnya.
Muhammad Tambrin juga mengimbau masyarakat Kalselu ntuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadan, serta menjaga suasana kondusif menjelang bulan suci.
“Kalaupun nantinya bila ada perbedaan penetapan awal puasa, berharap aman dan kondusif, karena perbedaan itu indah, mari sama sama muliakan Ramadan penuh berkah ini,” harapnya.
Sementara dari pantauan informasi Media dilayar kaca, Pemerintah RI melalui Kementrian Agama setelah melakukan sidang Itsbat yang hasilnya menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Penetapan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis 19 Februari 2026 ini berbeda dengan keputusan PP Muhammadiyah yang melangsungkan awal puasa Rabu 18 Februari 2026. (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















