Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Siap Dibayarkan

Pembebasan Lahan Jembatan Alalak Siap Dibayarkan

Suarindonesia – Pembebasan lokasi Jembatan Alalak Banjarmasin kini sudah mulai ada titik terang. Setelah negosiasi kurang lebih dua bulan, pembayaran pembebasan lahan akan dilaksanakan pekan ini mulai Senin dan Selatan pertengahan Desember 2018.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ir H Achmad Fanani Syaefudin menyampaikan pembebasan lahan di lokasi pembangunan jembatan Alalak sudah mencapai 75 persen atau 3/4 dari seluruh bangunan yang terkena imbas pembebasan lahan di lokasi tersebut.

Fanani menyampaikan hanya 4 persil bangunan dari 32 persil yang terkena imbas pembebasan lahan yang masih belum setuju atas pembebasan lahan di lokasi pembangunan Jembatan Alalak. Tim pembebasan lahan masih menunggu sampai tanggal 11 Desember agar bisa dilakukan pembayaran pada tanggal tersebut.

“Alhamdulillah sudah memasuki babak akhir. Sudah kita agendakan untuk tanggal 11 Desember nanti kita akan lakukan pembayaran dengan tempat di Bank Kalsel. Nanti kami undang seluruh pemilik bangunan yang terkena imbas pembebasan lahan Jembatan Alalak ini,” ucap Fanani kepada awak media, Jumat (7/12) siang.

Menurut Fanani juga Plt Sekdakota Banjarmasin, sebenarnya sudah ada titik terang dari pihak yang tidak setuju atas penawaran dari tim melalui telepon seluler langsung. Namun hal tersebut dianggap Fanani bukan persetujuan, karena hanya memberikan pernyataan lewat telepon bukan menyerahkan berkas ke tim pembebasan lahan.

“Bagi kita tidak bisa mengambil keputusan bahwa dia setuju, karena orang ini hanya melakukannya lewat telepon seluler. Kecuali nanti yang bersangkutan datang menyerahkan berkas, baru kami bisa anggap setuju,” ungkap Fanani.

Lebih lanjut Fanani berharap agar semua pemilik persil yang terkena imbas pembebasan lahan Jembatan Alalak tersebut bisa menyetujui sampai dengan proses musyawarah tanpa adanya proses konsinyasi yang akan dilakukan Januari tahun depan.

“Kita inginnya sampai proses musyawarah, tidak ingin dan berat hati kalau sampai ke konsinyasi. Kami sangat mengharapkan pihak yang belum setuju agar mempertimbangkan segala sesuatunya, demi lancarnya proyek pembangunan Jembatan Alalak ini,” kata Fanani.(SU)

 711 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: