Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Tunggu Pembebasan Lahan

Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Tunggu Pembebasan Lahan

Suarindonesia – Pengerjaan pembangunan tiga jembatan di daerah Sungai Lulut yang meliputi Jembatan Sungai Gardu 1, Gardu 2 dan 3 menunggu hasil pembebasan lahan dari Pemko Banjarmasin yang hingga kini masih belum selesai. Sementara soal dana untuk pembangunan sudah dianggarkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Propinsi Kalsel.

“Kita ingin mengakomodir banyaknya keluhan masyarakat yang macet hingga bertahun-tahun. Dan Pemerintah Propinsi melalui Dinas PUPR Kalsel sudah menganggarkan tahun 2019 untuk pembangunannya, dan kini untuk kelancaran masih menunggu pembebasan lahan Pemko Banjarmasin,’’ ungkap Kepala Bappeda Kalsel Ir H Nurul Fajar Desira Ces kepada wartawan, belum lama ini.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kota melalui Dinas Cipta Karya dan Pemukiman Kota Banjarmasin yang sudah melakukan rapat dan bertekad melakukan pembebasan lahan. Selain itu, ingin mewujudkan harapan masyarakat dengan melakukan pelebaran jalan.

Sebelumnya Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel Yasir Toyip ST, di sela-sela peninjuan Jembatan Sungai Lulut 1, 2, dan 3, di Pengambangan dan Sungai Lulut Banjarmasin, belum lama ini, mengatakan, pihaknya bersama Pemko Banjarmasin melakukan perbaikan desain, agar pembangunan jembatan yang direncanakan tahun 2019, bisa dilaksanakan dan dikerjakan sesuai dengan rencana.

Didampingi stap dari PUPR H Adi Martin ST,MT , Lurah Sungai Lulut H Umar Rahman ST, MT, dan dari Dinas PUPR Kota Banjarmasin H Rustam, Dinas Cipta Karya dan Perumahan Muhammad Rusni SSos, serta tim pembebaanlainnya, Yasir mengatakan kalau tahap awal memang masih cek lokasi dan perbaikan desain baru lagi.

Sedangkan Dinas Cipta Karya dan Pemukiman Kota Banjarmasin yang diwakili Muhammad Rusni Sos mengakui untuk biaya pembebasan lahan sudah dianggarkan. “Pada prinsipnya kalau pembebasan tergantung hasil nego di lapangan,’’ ungkap Rusni lagi.

Sementara hasil survei di lapangan terbaru untuk pelebaran jembatan Gardu 1 dari perbatasan Kelurahan Pengambangan dan Sungai Lulut teridentifikasi lahan yang akan dibebaskan sebanyak 23 warga, kemudian Gardu 2 di wilayah Sungai Lulut 17 warga, dan untuk lokasi di Jembatan Gardu 3 sebanyak 12 rumah yang harus dibebaskan.

“Kita saat ini masih mensosialiasikan dan melakukan cek lapangan bersama Dinas PUPR Propinsi, Lurah dan Dinas PUPR Kota dengan harapan bisa dilakukan koordinasi dengan baik dan pelaksaan pembangunan lancar dan aman,’’ kata Muhammad Rusni SSos yang beberapa kali pernah menjabat lurah di Banjarmasin ini.

Lurah Sungai Lulut H Umar Rahman ST, MT, mengatakan sebelum melakukan pembangunan, pihaknya bersama tim pelaksana pembangunan melakukan survei awal. Ternyata dukungan warga juga cukup antusias, sehingga diharapkan pelaksaan pembebasan lokasi jalan dan untuk oprit jembatan bisa dilaksanakan dengan lancar.

Diakuinya, selama ini banyak warga mengadukan masalah jembatan. Karena tersebut rawan macet yang dikarenakan letaknya jembatan berlokasi di perbatasan antara Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.(SU)

 333 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: