PANSUS DPRD Soroti Kepemilikan Saham Mayoritas Bank Kalsel

- Penulis

Selasa, 30 September 2025 - 22:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat perdana Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel, Selasa (30/9/2025) (SuarIndonesia/Ist)

Rapat perdana Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel, Selasa (30/9/2025) (SuarIndonesia/Ist)

​SuarIndonesia — Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai pilar ekonomi daerah menghadapi tantangan baru.

Rapat perdana Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel mengungkap adanya anomali dalam struktur kepemilikan saham, di mana mayoritas saham Bank Kalsel justru dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Balangan, bukan Pemerintah Provinsi.

​Fakta ini menjadi sorotan utama dalam rapat yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Kalsel.

Wakil Ketua Pansus III, Nor Fajri, menegaskan bahwa kondisi ini kurang ideal dan harus segera diperbaiki.

““Harapan kami tentu saja saham mayoritas dapat diambil alih kembali oleh Pemprov Kalsel,” ungkap Nor Fajri di Gedung B Kantor DPRD Kalsel, Selasa (30/9/2025).

Dirinya menambahkan bahwa dengan kembalinya kendali mayoritas saham, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Bank Kalsel diharapkan dapat meningkat signifikan.

​Pansus III kini berfokus pada pembahasan Raperda tersebut, yang juga mengusulkan penambahan modal sebesar Rp400 miliar pada tahun 2026.

Rencananya, penambahan modal ini akan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat posisi Bank Kalsel.

Baca Juga :   WARGA KELAYAN B Digegerkan "Hantu Merah" Jelang Subuh, Sejumlah Rumah dan Kios jadi Puing

Namun Pansus juga memastikan akan meneliti secara cermat setiap poin dalam rancangan.

​”Rancangan yang diajukan akan kami pelajari secara mendalam agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” jelas Nor Fajri.

​Rapat perdana menjadi langkah awal Pansus III bersama jajaran Bappeda, Biro Ekonomi, Biro Hukum, BPKAD, serta direksi dan komisaris independen Bank Kalsel, untuk menyusun perda yang tidak hanya menguatkan bank daerah, tetapi juga memastikan kontrol strategis kembali ke tangan Pemerintah Provinsi Kalsel demi kemaslahatan ekonomi daerah secara menyeluruh. (*/HM)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:00

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:19

AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:19

KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:13

MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:09

PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terbaru