SuarIndonesia – Mencuatnya kasus tewasnya dua petani Pagar Batu yaitu Putra (33) dan Suryadi (36) dan dua petani lainnya mengalami luka-luka, yakni Sumarlin dan Lion Agustin pada tanggal 21 Maret 2020 di lokasi lahan sengketa dengan sebuah perusahaan di Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat-Sumatera Selatan, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh.
Menjawab pertanyaan awak media, Rabu (25/3/2020), di Jakarta, politisi yang baru menduduki jabatan Ketua DPP PAN ini meminta Polda Sumsel dan aparat terkait lainnya serta stakeholder melaksanakan mediasi antara pihak PT Arta Prigel dengan masyarakat.
“Polisi harus mengusut tuntas kasus pembunuhan dua petani dan masyarakat yang ikut jadi korban,” tandas Pangeran.
Selama proses penyidikan, Pangeran meminta polisi bersikap adil dan transparan tidak berpihak kepada siapa pun. “Sikap polisi harus menunjukkan keprofesionalannya,” tambah Pangeran.
Sementara stakeholder lain seperti BPN harus menjelaskan proses penerbitan HGU apakah tanah 180. 36 ha yang disengketakan sudah diselesaikan oleh pihak perusahaan, pinta Pangeran.
Begitu juga, lanjut Pangeran, pihak pemerintah daerah harus segera mengkoordinasikan dengan BPN tentang data lahan dan HGUnya.
Seterusnya pihak kepolisian dan pemda juga harus menjaga situasi agar tetap kondusif. “Karenanya agar segera dilaksanakan pertemuan musyawarah dengan pihak perusahaan, aparat terkait, petani serta tokoh-tokoh masyarakat agar mendapat ‘win-win solution’ serta bisa menjamin kelangsungan kerja perusahaan,” kata Pangeran.(RA)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















