OPERASI PASAR Gas Melon Digelar Disperindag Atasi Kelangkaan

- Penulis

Senin, 1 Februari 2021 - 20:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Langkanya keberadaan gas LPG 3 Kg akhirnya membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin untuk menggelar operasi pasar.

Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan, operasi pasar yang dilakukan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari laporan warga atas langkanya keberadaan bahan bakar memasak yang biasa disebut dengan nama gas melon.

“Adanya masukan dari warga yang mengadukan kondisi kelangkaan gas LPG 3 Kg di pasaran. Apalagi pasca banjir seperti ini harganya melambung tinggi,” ucapnya pada awak media di sela peninjauan yang ia lakukan saat operasi pasar gas LPG 3 kg di Kelurahan Sungai Jingah, Senin (01/02/2021) siang.

Ia menjelaskan, jumlah yang disetujui oleh pihak Pertamina dalam upaya mengatasi kelangkaan kali ini ada sebanyak 8 titik operasi pasar.

“Operasi pasar kali ini merupakan pertama yang dilakukan dalam surat kedua yang kita ajukan kepada Pertamina dalam upaya menangani kelangkaan,” ungkapnya.

Satu titik operasi pasar, pihaknya menyediakan tabung gas melon sebanyak 280 buah tabung.

Ia membeberkan, penerima operasi pasar tersebut adalah warga yang termasuk dalam daftar masyarakat miskin milik Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

“Jadi mereka (warga penerima gas LPG 3 Kg) menerima kupon khusus yang diberikan oleh ketua RT setempat. Jadi sasarannya mereka yang sudah menerima kupon tersebut,” bebernya.

Kendati demikian, pria dengan sapaan Tezar itu mengakui, jumlah tersebut masih belum menutupi seluruh keperluan. Pasalnya pihak Disperindag sendiri hanya diakomodir oleh Pertamina sebanyak 280 saja.

“Jikalau jumlah itu masih belum menutupi keperluan warga. Kalau memang diperlukan lagi, kita akan coba koordinasikan lagi kepada pihak kecamatan dan Pertamina apakah bisa ditambah atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tezar memastikan jika penambahan yang diajukan ke Pertamina disetujui, maka warga penerima operasi pasar susulan tersebut adalah orang yang berbeda.

Sehingga ia berharap kepada setiap kelurahan agar bisa memverifikasi orang-orang yang memang berhak menerima program operasi pasar gas melon tersebut.

“Jangan sampai ada warga yang sudah dapat malah menerima kembali kupon yang kita sediakan,” tegasnya.

Di samping itu, Tezar mengungkapkan bahwa kelangkaan gas melon yang terjadi semenjak banjir melanda Kota Banjarmasin, sehingga menghambat proses pendistribusiannya.

Untuk kenaikan harganya sendiripun bervariasi, berdasarkan pantauan yang ia lakukan di lapangan, harga eceran gas LPG ukuran 3 Kg mulai dari Rp 27 ribu, Rp30 ribu bahkan untuk di Sungai Lulut mencapai Rp60 ribu per tabung.

“Semoga masyarakat terbantu dengan adanya operasi pasar. Sehingga di beberapa titik yang memang terjadi kenaikan harga bisa terantisipasi,” pungkasnya.

Baca Juga :   SERTIJAB Kapolsekta Banjarmasin Barat, Begini Pesan Kapolresta

Sebelumnya diketahui, operasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin itu belum mampu mengakomodir harapan seluruh masyarakat.

Bagaimana tidak, setiap RT di satu kelurahan yang menjadi tempat digelarnya operasi pasar, hanya kebagian jatah sepuluh gas elpiji, untuk sepuluh warga.

“Kalau seperti ini, kasihan warga yang benar-benar membutuhkan,” ucap Rahmat, salah seorang warga, yang tampak asyik memperhatikan berlangsungnya operasi pasar kemarin (1/2/2021) siang, di Kelurahan Sungai Jingah.

Kemarin, operasi pasar hanya digelar di satu kelurahan, yakni, di Kelurahan Sungai Jingah. Lokasinya, berada di kantor Lurah setempat. Jumlah total gas elpiji 3 kilogram yang disalurkan di kawasan itu, sebanyak 280 gas elpiji.

Antrean tidak tampak mengular. Pasalnya, pihak kelurahan melalui RT setempat mengklaim sudah mendata warganya yang benar-benar berhak mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Yang berhak hanya memang warga yang tidak mampu.

“Di kelurahan ini ada sebanyak 28 RT. Setiap RT dapat 10 orang. Ini memang tidak mencukupi target keseluruhan warga. Tapi kami pilah warga yang benar-benar tidak mampu,” beber Jainuddin, Lurah Sungai Jingah.

Kesempatan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram bakal diberikan kepada warga lain yang tidak memiliki kartu, apabila RT yang ditunjuk tidak memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pihaknya. Kartu elpiji diberikan, sebagai upaya pemerataan pembagian elpiji.

“Iya, prosedurnya mereka yang tidak mampu itu punya kartu yang diberikan oleh Pemko Banjarmasin. Kemudian, ditukarkan dengan kupon pengambilan gas. Kalau dihitung-hitung, di sini yang memiliki kartu hampir 500 orang,” bebernya.

“Semoga ke depan, Pemko Bisa kembali menggelar operasi pasar terkait gas elpiji 3 kilogram ini. Mengingat ini merupakan harapan dari masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh. Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram semakin terasa pasca banjir juga melanda Kota Banjarmasin. Menurut salah seorang warga lainnya, di Sungai Jingah, Samijo mengatakan harganya bahkan hingga Rp30 ribu.

“Itu pun kalau ada gasnya. Tapi sekarang kebanyakan tidak ada. Makanya warga di sini kesulitan,” tandasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek
RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka
PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab
DIRESMIKAN Pos Bakamla Zona Tengah Banjarmasin

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca