SuarIndonesia — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan para siswa Sekolah Rakyat menjadi tampak lebih sehat setelah mengikuti pendidikan tiga hingga empat bulan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan awal menunjukkan banyak siswa yang masuk Sekolah Rakyat mengalami berbagai masalah, mulai dari kurang gizi, anemia, gangguan kesehatan gigi, hingga kondisi fisik yang kurang bugar,” kata Mensos setelah mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Setelah tiga sampai empat bulan, kata dia, kondisi para siswa Sekolah Rakyat sudah jauh lebih baik dan lebih segar.
“Pemeriksaan dan pembinaan kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Mensos Saifullah menilai perbaikan kondisi kesehatan siswa menjadi fondasi penting agar proses belajar dapat berjalan optimal.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar siswa, yakni kesehatan.
Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan siswa merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang holistik.
“Kalau anak-anaknya sehat, mereka bisa belajar dengan lebih baik dan masa depannya juga lebih baik,” ujar Mensos Saifullah.
Pada peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru itu, Presiden Prabowo menargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat dapat tercapai sampai tahun 2029.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Indonesia,” kata Prabowo.
Pembangunan gedung jadi penentu daya tampung Sekolah Rakyat
Sementara itu, dilansir dari AntaraNews, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat menjadi faktor penentu utama dalam meningkatkan daya tampung siswa program sekolah itu di seluruh Indonesia.
“Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung maksimal 300 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Oleh karena itu, jumlah gedung yang selesai dibangun akan berbanding lurus dengan jumlah siswa yang dapat direkrut setiap tahunnya,” kata Mensos setelah mendampingi Presiden Prabowo meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Ia menjelaskan, jika 100 gedung saja sudah bisa menerima 30.000 siswa, maka 200 gedung berarti dua kali lipat atau 60.000 siswa, dan jika 300 gedung berarti 90.000 siswa per tahun.
“Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Kementerian Sosial fokus menyiapkan siswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta operasional pembelajaran,” tutur Mensos.
Menurut dia, pembagian peran antar-kementerian tersebut dilakukan agar proses pembangunan fisik dan kesiapan sumber daya manusia dapat berjalan seiring dan saling mendukung.
Targetkan tampung 500 ribu lebih siswa pada 2030
Selanjutnya, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan jumlah peserta Sekolah Rakyat ditargetkan menembus lebih dari 500.000 siswa pada 2030 seiring dengan rencana penambahan gedung sekolah secara bertahap di berbagai daerah.
“Setiap gedung Sekolah Rakyat memiliki kapasitas hingga 300 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA,” kata Mensos Saifullah Yusuf setelah mendampingi Presiden Prabowo meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Mensos menyebut dengan asumsi pembangunan berjalan lancar dan minimal 100 gedung dapat diselesaikan setiap tahun, maka daya tampung siswa akan meningkat signifikan dari tahun ke tahun.
“Kalau ada 100 gedung, maka bisa menampung 30.000 siswa. Kalau 200 gedung berarti 60.000 siswa, dan kalau 300 gedung bisa mencapai 90.000 siswa yang direkrut setiap tahun,” ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos menjelaskan pada 2026 jumlah siswa Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai lebih dari 45.000 orang, yang berasal dari siswa existing dan penerimaan baru.
Menurut dia, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring penambahan gedung pada tahun 2027 dan 2028, hingga pada 2029 diproyeksikan melampaui 400.000 siswa secara nasional.
Ia optimistis pada tahun 2030 jumlah siswa Sekolah Rakyat akan melampaui 500.000 orang. Target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu.
“Ini yang sedang dirancang dan kami siapkan secara bertahap agar berjalan berkelanjutan,” ujar Mensos Saifullah Yusuf. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















