KURIKULUM Sekolah Rakyat Idealnya Berbasis Keterampilan Hidup

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 22:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Ahmad Suriansyah MPd PhD, Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). (Foto: Istimewa)

Prof Ahmad Suriansyah MPd PhD, Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). (Foto: Istimewa)

SuarIndonesia — Pakar pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Suriansyah MPd PhD mengatakan kurikulum pada Sekolah Rakyat idealnya memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan lokal dan berbasis pada keterampilan hidup.

“Jadi selain bertujuan menghasilkan SDM berkarakter yang cerdas, Sekolah Rakyat juga harus mencetak generasi mandiri yang siap meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan,” katanya di Banjarmasin, Senin (12/1/2025).

Ia menyatakan kebijakan Sekolah Rakyat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto harus didukung karena sangat strategis dalam rangka memenuhi hak dasar warga negara terhadap pendidikan dan merupakan bukti pemerintah menjalankan amanah UUD 1945 dan UU Pendidikan Nasional.

“Meskipun demikian, jangan sampai Sekolah Rakyat berjalan hanya formalitas sehingga perlu dikawal betul agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan mulianya menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Menurut dia, diperlukan pemetaan dan identifikasi data anak-anak yang betul-betul memiliki keterbatasan dalam akses pendidikan dan ekses ekonomi.

Kemudian hal yang terpenting juga adalah kepemimpinan dan manajemen Sekolah Rakyat agar dikelola oleh para pemimpin dan guru yang unggul, baik keilmuan, skill kependidikan maupun karakter.

“Hal ini sangat penting dan terbukti dari berbagai kajian sosok kepemimpinan ini merupakan faktor penentu kualitas pendidikan di sekolah,” kata Koordinator S3 Administrasi Pendidikan ULM ini.

Baca Juga :   WAPRES RI, GIBRAN Tiba Langsung Cek Lokasi Banjir Sejumlah Titik di Kalsel

Ia mengatakan program ini melibatkan beberapa kementerian sehingga memerlukan koordinasi yang kuat dan harmonis agar tidak terjadi ego sentris. Dengan demikian, terjadi integrasi yang kuat sebagai program strategis.

“Di sinilah diperlukan manajemen dan kepemimpinan yang excellent,” kata Prof Suriansyah mengutip AntaraNews, Senin (12/1/2026).

Terkait sistem Sekolah Rakyat dilaksanakan dengan berasrama, ujar dia, maka diperlukan manajemen pendidikan karakter model berasrama.

Ia menyebut banyak temuan penelitian yang membuktikan karakter dan kecerdasan anak dapat dibentuk melalui pendidikan berasrama.

Apalagi dilaksanakan dengan berbasis nilai-nilai religius dan nilai budaya yang berkembang di masyarakat lokal.

“Kita yakin adanya program ini dapat meningkatkan kualitas manusia yang berkarakter bukan hanya sebagai strategi pemenuhan hak pendidikan, tetapi pemenuhan hak rakyat terhadap pendidikan berkualitas,” kata dosen berprestasi ULM peringkat 32 dunia peneliti bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025 ini.

Presiden Prabowo Subianto hari ini meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, bertempat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT 12.958 Pemudik di Hari Idulfitri 1447 H Lintasi Bandara Internasional Syamsudin Noor
ANGGOTA SAT POLAIRUD Polresta Banjarmasin, Pengamanan-Pengecekan di Dermaga Penyeberangan Alalak–Subarjo
RIBUAN NARAPIDANA se Kalsel Terima Remisi khusus Idul Fitri 2026, Sebanyak 54 Orang Langsung Bebas
MOMENTUM IDULFITRI, Gubernur Kalsel : Perkuat Ibadah dan Perbedaan tidak Perlu Diperdebatkan
JASAD KORBAN TENGGELAM Akhirnya Ditemukan Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:36

MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:04

POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:27

KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:25

TERCATAT 12.958 Pemudik di Hari Idulfitri 1447 H Lintasi Bandara Internasional Syamsudin Noor

Sabtu, 21 Maret 2026 - 14:26

RIBUAN NARAPIDANA se Kalsel Terima Remisi khusus Idul Fitri 2026, Sebanyak 54 Orang Langsung Bebas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:48

MOMENTUM IDULFITRI, Gubernur Kalsel : Perkuat Ibadah dan Perbedaan tidak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 01:08

JASAD KORBAN TENGGELAM Akhirnya Ditemukan Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:46

KAPOLRI “Zoom” dengan Kapolda Bersama Forkopimda Kalsel, Pastikan Idulfitri 2026 Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

Hukum

TERSANGKA Yaqut Cholil Qoumas jadi Tahanan Rumah

Minggu, 22 Mar 2026 - 21:00

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca