Suarindonesia – Upaya Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mendelegasikan pengelolaan siring menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) ke depan, supaya mandiri tak hanya ingin menyelesaikan pengelolaan sampah tetapi juga parkir sampai PKL.
Hal ini terbukti banyak permasalahan mulai mencuat ke permukaan di Siring kerap menjadi saling lempar.
Bahkan belakangan banyaknya sampah tersisa di kawasan Siring khususnya wilayah Patung Bekantan, dituding bahwa itu kelalaian DLH. Dengan tudingan tersebut akhirnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Banjarmasin, Drs H Mukhyar akhirnya angkat bicara.
Kepada awak media, Mukhyar menegaskan bahwa kebersihan lingkungan Siring bukan lah tanggung jawab DLH sepenuhnya, melainkan tanggung jawab dari Disbudpar Kota Banjarmasin dalam pengelaloaan siring tersebut.
Mukhyar juga mengatakan bahwa DLH hanya bertanggung jawab akan kebersihan jalan dan sekitarnya, tidak pada area siringnya. “Kami sudah ada pembagiannya masing masing, itu tanggung jawabnya Disbudpar,” tegas Muhyar Kamis (27/6/2019).
Kendati demikian, Mukhyar kembali menegaskan bahwa meski itu tanggung jawab Disbudpar, DLH selalu siap membantu jika memang diperlukan, baik dalam kebersihan area maupun pengangkutan sampahnya.
Terutama menjelang Harganas, menurutnya lagi, harus dipersiapkan secara benar karena akan ada belasan ribu orang yang datang menghadiri kegiatan nasional tersebut. “Kami siap aja jika Disbudpar membutuhkan bantuan,” cetusnya.
Hari Keluarga Nasional ke 26, rencananya akan dimeriahkan atraksi 34 jukung tanglong dengan menampilkan 34 miniatur khas provinsi se Indonesia.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















