SuarIndonesia – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol DR Nico Afinta SIK SH MH, terus memacu dari satuan kerja yang dipimpinnya, termasuk pejabat di satuan wilayah lingkup Polda Kalsel.
Berbagai hal masukan dan arahan diberikannya, sejak awal bertugas di banua ini.
Bahkan pula, kapolda yang sejak tiba bertugas terus bergerak berkordinasi baik intern, ke Gebernur Kalsel, Ketua DPRD, ke Danrem 101/Antasari dan lainnya hingga turun langsung memantau pos PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Banjarmasin.

Tak sampai disitu, Alumni Akpol (Akademi Kepolisian) Tahun 1992 ini juga memikirkan soal ketegasan rencana penerapan PSBB pada tiga wilayah lainnya yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).
“Kebijakan ini harus didukung agar PSBB tahap dua , khususnya di Banjarmasin bisa berlangsung baik, dan akan rapat koordinasi untuk semua,” ucapnya ketika itu.
Soal satker di lingkup Mapolda Kalsel, ia sangat mengapresiasi kinerja, terlebih jajaran Dit Resnarkoba selama ini.
“Banyak ungkapan kasus dalam jumlah besar, dan ini saya mengapresiasi.
Saya rasa kalau dibilang apakah bisa ungkap satu ton sabu nantinya, maka jawaban saya, dirasa pasti bisa,” ujarnya, kepada wartawan saat itu didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Aneka P dan pejabat utama lainnya, saat berdialog dengan jajaran Dit Resnarkoba langsung bersama Direktur Resnarkoba Kombes Pol Iwan Eka Putra, S.I.K., serta melihat situasi satuan kerja (satker) lainnya, Rabu (13/5/2020).
Karena Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel sendiri pernah mengungkap kasus sabu dengan barang bukti 208 kilogram dan 53.969 butir pil ekstasi dari jaringan Malaysia.
“Pengungkapan itu tak gampang, tapi saya yakin bisa ungkap lebih besar lagi,” ucap Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta ini, yang sepanjang tugasnya pernah memimpin dan mengungkap kasus satu ton shabu saat menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada 2017.
Terhadap jajaran Dit Resnarkoba sendiri lanjutnya, pasti ada reward atau penghargaan.
“Ya pengahargaan tidak hanya dari saya, kalau bisa diberikan pimpinan tertinggi (Kapolri).
Semua terpenting untuk memacu satuan lain, baik polres-polres, kerja lebih baik,” ucapnya.
Sisi lain dikatakan, semua keberhasilan, tak lepas peran besar masyarakat yang membantu, baik informasi maupun pencegahan di lingkungannya masing-masing. Saya juga ucapkan terimakasih,” ujarnya.
Dan soal barang bukti yang disita sebelumnya, sesegera mungkin dimusnahkan.”Kita sudah berkoordinasi dengan Forkopimda,” ujarnya lagi.
Untuk satker lainnya, diminta terus meningkat kinerja. Bahkan kapolda juga sepertinya menginginnkan kinerja Kepolisian yang dipimpinnya bisa baik untuk melayani masyarakat. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















