KALSEL Termasuk 10 Provinsi di Indonesia Angka Stunting Tertinggi

- Penulis

Minggu, 13 November 2022 - 23:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor mengakui provinsi Kalsel masuk dalam 10 provinsi dengan angka stunting tertinggi di Indonesia.

Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan, karena stunting bisa mengurangi kacerdasan serta menimbulkan masalah kesehatan di masa mendatang.

Hal itu diungkapkan Tim Penggerak PKK Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua Tiga bidang Penguatan Sukmawati pada acara Edukasi Cegah Stunting Itu Penting, serangkatan Hari Kesehatan Nasional Provinsi Kalsel, di Taman Edukasi, Minggu (13/11/2022).

Di hadapan 200 anak-anak serta para orang tua pada acara Edukasi pentingnya makana bergizi, Raudhatul Jannah Sahbirin Noor juga mengajak semua pihak fokus dan terencana serta terarah dalam menentukjan upaya penanganan stuntung di Kalsel dengan melibatkan peran aktif individu dan organisai kemasyarakatan.

Bahkan, agar lebih penting dalam menyadari arti pentingnya mencegah stunting bagi kehidupan anak-anak di masa kini dan masa depan, peran pemerintah dan semua pihak perlu mendukung dalam menangani masalah stunting yang muncul dari multi sebab yang beragam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr Diauddin mengakui memang stunting di negeri ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, dan Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di bawah Kamboja.

Baca Juga :

MBA & FOODZI ACTING, Terobosan Baru Tangani Stunting di Kota Banjarmasin

Dengan kondisi tersebut terkadang memicu sikap dan perilaku budaya masyarakat terkadang terjadinya kekurangan gizi atau stunting seperti pandangan di masyarakat yang melarang makanan tertentu saat kehamilan, padahal mengandung gizi yang baik bagi perkembangan janin.

Contoh lainnya, serikali kondisi tubuh anak yang pendek dikatakan sebgaai faktor keturunan atau genetik, sehingga masyarakat tidak berbuat apa-apa. Padahal faktor genetik ini merupakan faktor diterminan kesehatan yang paling kecil dibadingkamn dengan faktor perilaku, lingkungan dan pelayanan sosial.

Baca Juga :   KALSEL JUARA Umum Kompetisi Tenaga Kerja Konstruksi Indonesia 2024

Karena itulah, Dina Kesehatan Kalsel bersama semua pihak bisa hadir untuk mengedukasi masyarakat dalam berbagi aspek yang terkait dengan stunting, termasuk meluruskan atau mengubah paradiqma masyarakat yang keliru terhadap pola makan di masa kehamilan.

“Edukasi masyarakat agar memahami dan menyadari dampak buruk dari stunting. Kita jelaskan fator pemicu stunting seperti perkawainan di usia ini, pengolahan dan pola makan yang keliru, pola asuh yang tidak sesuai dengan tumbuh kebangkan anak, sanitasi lingkungan yang tidak sehat, serta mengabaikan kehiasan perilaku hidup sehat,’’ katanya.

“Secara struktur memang Provinsi Kalsel telah dalam penanganan stunting dikoordinir Pak Wagub Kalsel dengan sektetarisnya di BKKBN bersama seluruh daerah se Kalsel. Dan semua pihak sekarang ini dilibatkan bersama-sama menekan stunting termasuk usaha edukasi dengan mengajak anak-anak untuk mengkonsumi makanan sehat dengan pola gerakan hidup sehat,” ujarnya.

Namun yang terpenting dalam mencegah stunting ini hendaknya dimulai dari diri sendiri dan keluarga untuk ikut mencegah stunting. Demikian juga tetangga dan lingkungan masyarakat pun menjadi tanggungjawab bersama dalam melakukan pencegahan stunting dan kekurangan gisi yang dimulai dari keluarga.

Dinkes Kalsel bersama semua pihak khususnya PKK juga menekan program prioritas nasinal di sektor kesehatan seperti penurunan angka kematin Ibu serta kematian bayi dan menurunkan angka stunting pada Balita. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek
RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia
KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca