KALSEL KEHILANGAN, Begini Riwayat Almarhum Abah Guru Danau

- Penulis

Jumat, 2 Februari 2024 - 22:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuan Guru Asmuni atau Abah Guru Danau

Tuan Guru Asmuni atau Abah Guru Danau

SuarIndonsia – Kabar duka datang dari ulama karismatik di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tuan Guru Asmuni atau Abah Guru Danau meninggal dunia, Jumat (2/2/2024). Abah Guru wafat pukul 16.30 wita di rumahnya di Danau Panggang.

Dilansir dari portal resmi MUI Provinsi Kalimantan Selatan, nama Danau yang disematkan ke Abah Guru Danau ini bukan hal sembarangan. “Danau” merupakan singkatan dari tempat kelahiran dan tempat tinggalnya, yaitu Danau Panggang, Kecamatan Hulu Sungai Utara, yang terletak sekitar 24 km dari kota Amuntai.

Danau lahir pada tahun 50-an, dengan beberapa catatan menyebutkan tahun 1951, 1955, atau 1957. Ayahnya, Haji Masuni, berasal dari Danau Panggang, sedangkan ibunya, Hajjah Masjubah, berasal dari Marabahan dan kemudian pindah ke Danau Panggang.

Sebagai anak ketiga dari delapan bersaudara, Guru Danau tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana namun taat beragama.

Meski orang tuanya bekerja sebagai buruh kapal dengan pendapatan yang pas-pasan, semangat mereka untuk membiayai pendidikan Guru Danau tetap menyala.

Guru Danau menempuh pendidikan tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiah Pesantren Mu’alimin Danau Panggang dan melanjutkan studi tingkat atas (aliyah/ulya) di Pesantren Darussalam Martapura. Selama belajar di Pesantren Darussalam, Guru Danau juga belajar dengan sejumlah ulama berpengaruh, seperti Tuan Guru Semman Mulya, Tuan Guru Royani, dan Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Ijai.

setelah memiliki pengajian dan pesantren sendiri, Guru Danau tetap mengikuti pengajian Guru Ijai di Martapura, baik ketika masih di Keraton (Langgar Darul Aman) maupun setelah pindah ke Sekumpul (Langgar Arraudah), hingga sang guru meninggal dunia pada tahun 2005.

Pendidikan Abah Guru Danau Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Darussalam, atas anjuran Guru Ijai, Guru Danau kembali belajar di Pesantren Datuk Kalampaian Bangil, Jawa Timur, pada tahun 1978. Di sana, dia belajar dengan ulama kharismatik keturunan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yaitu Kyai Haji Muhammad Syarwani Abdan. Selama belajar di sana, Guru Danau mendapat bimbingan spiritual (suluk) dan belajar secara khusus dengan Guru Bangil.

Pengembaraan ilmiah Guru Danau tidak hanya terbatas di Bangil, namun juga membawanya berkunjung ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Baca Juga :   KPK TERBITKAN Surat Penangkapan untuk Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Seperti Pasuruan, Jember, Malang, Wonosobo, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta, menemui ulama dan habaib terkemuka di sana. Di antara ulama atau habaib yang dia temuinya KH Hamid Pasuruan, Habib Saleh al-Hamid Jember, Mbah Malik Purwokerto, Kyai Syakur Wonosobo, Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih Malang, Habib Anis al-Habsyi Solo, dan Habib Ahmad Bafaqih Tempel Yogyakarta.

Dari mereka, Guru Danau belajar sejumlah ilmu, amalan, dan mengambil tarekat tertentu.

Pada tahun 1980, Guru Danau menikah dengan Hj Jamilah binti Maskur dari Bitin. Dari perkawinan tersebut, mereka dikaruniai tiga belas orang anak. Guru Danau tidak hanya mengejar ilmu agama, tetapi juga membuka pengajian agama di Desa Bitin pada tahun 1980 dan mengajar di Pesantren Salatiah.

Tahun berikutnya, pada tahun 1981, dia kembali membuka pengajian di kampung halamannya, Danau Panggang. Pengajian Guru Danau tidak hanya sebatas di Bitin dan Danau Panggang. Pada dekade 1990-an, dia membuka pengajian di Mabuun Tanjung, Kabupaten Tabalong. Awalnya, Mabuun merupakan tempat yang dipenuhi oleh pelacuran dan perjudian.

Guru Danau berhasil mengubahnya dengan membuka pengajian, yang sekarang dihadiri oleh puluhan ribu jamaah.

Meski memiliki tiga pengajian besar dan membina empat pesantren, Guru Danau juga aktif bekerja dan berbisnis. Sejak muda, dia sudah terlibat dalam berbagai usaha seperti bertani, berdagang, dan bisnis lainnya.

satu usaha yang sukses adalah bisnis sarang burung walet di daerah Tanjung, yang memberikannya keuntungan milyaran rupiah.

Guru Danau juga memiliki tanah sebagai investasi yang bisa dijual suatu saat. Meskipun menjadi ulama kaya dan mandiri, Guru Danau tetap mempertahankan penampilan sederhana dan bersahaja.

Rezeki yang ia peroleh dari bisnisnya tidak digunakan untuk bermegah-megah, melainkan untuk kepentingan dakwah Islam.

Kemandiriannya memungkinkan dia untuk membiayai pembangunan komplek pengajian dan pesantren tanpa meminta bantuan dari pihak lain.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WAMEN IMIPAS Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
GAJI ke 13 ASN Pemprov Kalsel Dicairkan Mulai Besok, Alokasi Anggaran Disiapkan 120 Miliar
“JEBOL TANGGUL” Perusahaan Tambang Batu Bara di Kabupaten Banjar, Begini Respon Kadis LH Kalsel
3 EKS PEJABAT BGN Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
KEJAGUNG Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana
SERTIJAB WAKAPODA KALSEL, Momentum untuk Membawa Energi Baru dan Inovasi
DIGELAR Pemkab Balangan Temu Kemitraan dengan Indomaret
DIAJAK Ketua DPRD Balangan Amalkan Nilai Luhur Pancasila
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:00

WAMEN IMIPAS Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:30

MAHASISWA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:16

DIKABARKAN DICULIK, Royyan Ditemukan Tewas di Semak-semak

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:52

KEMENDIKDASMEN Revitalisasi 100 Sekolah Pada 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:47

3 EKS PEJABAT BGN Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:44

OPERASI PATUH 2026: Korlantas Kedepankan Pendekatan Humanis

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:35

EMPAT ANGGOTA TNI Penyiram Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:11

KEJAGUNG Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Berita Terbaru

Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Foto: Dok Kementerian Imipas)

Headline

WAMEN IMIPAS Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK

Kamis, 4 Jun 2026 - 00:00

Krist Yodi Sutarjo (27), seorang mahasiswa ditemukan tewas tergantung di Pangkalan Bun. (Foto: detikKalimantan/Sigit P)

Hukum

MAHASISWA Ditemukan Tewas Gantung Diri

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:30

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca