SuarIndonesia – Pada Momen 5 Rajab 1446 Hijriah (Haul ke 20 Abah Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zainul Abdul Ghani hampir dipastikan diikuti banyak orang.
Berkaca tahun-tahun sebelumnya mencapai 2 juta orang yang berhadir.
Kehadiran banyak orang tentu akan menyisakan pekerjaan rumah (PR) terkait pengelolaan sampah.
Dengan jumlah orang sebanyak itu bisa saja ada segelintir oknum yang tak menjaga kebersihan.
Atas dasar itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, telah mempersiapkan penanganan sampah pasca haul.
Penanganan sampah pasca haul menjadi perhatian DLH Kalsel bersama Dinas LH Kabupaten Banjar, Dinas LH Kabupaten Banjarmasin, Dinas LH Kabupaten Barito Kuala, DPRKPLH Kabupaten Tapin, Tim panitia induk Haul, Bank Sampah Induk Sekumpul, dan BLUD Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbakula.
Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menerangkan hasil rapat bersama stakeholder telah dipetakan enam posko kebersihan yang tersebar kawasan Stadion Demang Lehman, Bank Sampah Sekumpul, Hero Simpang Empat, Bank Sampah Albasiyah, dan 2 titik pusat di sekitar kubah Guru Sekumpul.
“Hal yang paling utama saat ini adalah pengelolaan sampah yang harus kita coba lakukan memilah sampah dari sumber untuk kehidupan berkelanjutan,” tuturnya, Jumat (3/1/2025).
Guna kelancaran penanganan sampah, Hanifah menyebut pickup 90 unit dan 64 Truk Dump Arm Roll.
Semua sampah dari giat haul, residunya akan dikirim ke TPAS Banjarbakula,” ujarnya.
Armada angkutan sampah yang akan mengirim residunya ke TPAS Banjarbakula akan dilengkapi dengan stiker untuk menghindari timbunan sampah di luar penanganan sampah haul ikut terbawa.
Dia menambahkan, relawan kebersihan mulai bekerja dari H-2 hingga H+3 pelaksanaan haul.
Untuk memudahkan koordinasi antara relawan i dibantu frekuensi RAPI Kabupaten Banjar. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















