DI BAWAH NASIONAL, Pertumbuhan Ekonomi Kalsel 6 Persen, Riza Aulia Ibrahim Kepala OJK Regional 9 Kalimantan

- Penulis

Sabtu, 2 November 2019 - 00:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Wimboh Santoso mengatakan pertumbuhan kredit perbankan se Kalimantan Selatan tumbuh 6 persen, masih di bawah rata-rata nasional 9 persen.

Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi OJK Regional 9 Kalimantan Selatan. Padahal sebenarnya potensi Kalsel untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat cukup luas, mulai dari bagaimana kembali menghidupkan industri rotan yang merupakan ciri khas daerah, banyak sumber daya ikan, pertanian, tanpa harus mengandalkan tambang batubara maupun sawit yang musiman, kata Ketua Dewan Komisiner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI Wimboh Santoso pada pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Regional IX Kalimantan dari Haryanto kepada Riza Aulia Ibrahim, di Mahligai Banjarmasin, Jumat, (01/10/2019).

Begitu juga pembiayaannya dalam melakukan pengolahan aneka industri ngak perlu khawatir jika membutuhkan permodalan. Karena itulah perbankan siap membiayai dan bagaimana meningkatkan ekspornya yang peluang pasarnya sangat luar biasa terutama rotan, sehingga perlu dibangun sistem dan inovasi ke depan sehingga mampu menggerakkan roda perekenomian.

Jadi, katanya, dengan inovasi baru ini tentu saja akan memudahkan para petani rotan atau ikan sejenisnya membantu kebingungan masyarakat jika panen ikan maupun rotan tak akan menjual langsung, tetapi lebih dahulu diolah sehingga akan mendapatkan value atau nilai tambah bagi masyarakat.

Kemudian prioritas lainnya bagaimana mendorong masyarakat untuk akses di bidang keuangan dalam mendorong skema kredit keuangan mikro bagi masyarakat dan inilah yang akan menjadi prioritas bersama perbankan dan membangun sinergi bersama pemangku kepentingan di daerah Kalsel.

“Selama ini kita hanya mengandalkan batubara. Kalau bisa bisa membangun sistem inovasi lain sehingga perekonomian di daerah ini tumbuh,’’ ungkap Wimboh Santoso.

Baca Juga :   PEMKO BANJARMASIN Luncurkan Super Apps Pintar v3.0.0

Ditanya masih banyaknya ivestasi bodong yang kerap merugikan masyarakat, menurut Wimboh Santoso, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkewajiban melindungi konsumen maupun masyarakat dari investasi bodong.

Hal ini mengingat bahwa lembaga tersebut, berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi dengan sektor jasa dan keuangan.

Jadi dengan berlandaskan pada azas independensi, kepastian hukum, kepentingan umum, keterbukaan, profesionalitas, integritas dan akuntabiltas, OJK diharapkan dapat mendukung kepentingan sektor jasa dan keuangan secara menyeluruh.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor saat menyaksikan serah Terima Jabatan Kepala OJK Regional Kalimantan, Regional IX Kalimantan dari Haryanto kepada Riza Aulia Ibrahim mengatakan untuk mencapai daya saing perekonomian, khususnya di Kalsel dibutuhkan dorongan dan kerjasama dalam melahirkan UKM yang tumbuh dan kuat juga handal. Bekerja secara independen tanpa ada yang mengintervensi.

Keberadaan OJK cukup vital untuk melindungi dari aktivitas jasa keuangan maupun investasi yang merugikan masyarakat.

Bahkan, saat ini, menurut Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, banyak masyarakat yang tergoda dengan iming-iming bisnis lancar, keuntungan besar dan investasi seumur hidup, tanpa mengetahui latar belakang investasi tersebut.

“Sehingga banyak yang tertipu dengan investasi bodong yang meresahan masyarakat. Di sinilah peran OJK hadir untuk meningkatkan literasi masyarakat,” demikian Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek
PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN
GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik
BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi
DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS
SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:31

PROPAM Ops Gaktiplin Terhadap Personel Polresta Banjarmasin dan Polsek

Senin, 27 Juli 2026 - 22:10

PEMADAMAAN yang Meluas- Beruntun, Komisi III DPRD Kalsel Panggil Kembali PLN

Senin, 27 Juli 2026 - 20:32

GUBERNUR Muhidin: Dua Gangguan Penyebab Pemadaman Listrik

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:31

CHINA OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara, Sukses Pertahankan Gelar!

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:16

SEORANG PEKERJA di Warung Makan Ditemukan Tak Bernyawa di Pangkalan Ojek

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:11

RUMAH AMBRUK Seluruh Penghuni Dievakuasi, Enam Luka-luka dan Seorang Meninggal Dunia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:52

KOBARAN API Ludeskan Delapan Rumah, Empat Warga Terluka

Berita Terbaru

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto: Antara/Anita Permata D)

Nasional

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Jul 2026 - 19:58

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca