Suarindonesia – Mengambil momentum bulan syawal akhirnya, polemik dualisme kepengurusan motoris kelotok dermaga Siring Menara Pandang dan Dermaga Siring Patung Bekantan setelah digelar pertemuan, Jumat (28/06/2019) pagi yang difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, dan pimpinan masing-masing motoris kelotok pada dua dermaga sepakat damai.
Perdamaian dua kubu yang sebelumnya berseberangan berlangsung dua jam di ruang kerja Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Kota Banjarmasin Ir HM Khuzaimi, dua pimpinan motoris pada dua dermaga yang masih berada di satu kawasan yakni kawasan Siring Piere Tendean dimediasi oleh Guru Sugiannor — tokoh ulama yang tersohor- di Kalsel ini akhirnya mampu melerai perselisihan.
Bahkan Guru Sugiannor mengatakan pada dasarnya dua kubu motoris kelotok, tidak ada masalah dan tidak pernah berselisih. Ia mengklaim hal tersebut bisa dilihat dari keharmonisan antara pimpinan dua kubu yang dianggap berseteru saat dipertemukan hari ini dalam agenda perjanjian damai secara resmi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Sebenarnya tidak ada masalah, mereka berdua baik-baik saja, makanya mudah saja diluruskan, dan mereka berdamai saja. Yang ada hanya kesalahan pengaturan teknis saja, tidak ada masalah pada kubu atau perebutan wilayah seperti isu yang beredar,” ucapnya usai mengikuti proses perdamaian, Jumat (28/06/2019) usai keluar dari ruangan Dinas Pariwisata.
Dikatakan, Guru Sugiannor terkait perseteraun pimpinan tetap berjalan dua kepengurusan yakni kepengurusan di dermaga Siring Patung Bekantan dipimpin oleh Supiani Yanto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Koperasi Maju Karya Bersama, sedangkan di dermaga Menara Pandang dipimpin oleh Burhan dengan sistem komunitas.
“Jadi semua sudah clear sejak hari ini disertai dengan surat resmi perjanjian yang ditandatangani oleh dua kubu dan disimpan oleh masing-masing pihak serta pihak pemerintah dalam hal ini budpar yang ikut menengahi perselisihan paham ini,” ujar Guru Sugiannor.
Sementara itu berdasarkan surat perjanjian perdamaian tersebut diperoleh empat poin penting, di antaranya kedua belah pihak bersepakat untuk berjanji berdamai dalam pengelolaan kelotok wisata dan melupakan hal-hal yang telah lalu dengan saling memaafkan satu sama lain, juga ditandatangani pucuk pimpinan baik Burhan dari kubu Merana Pandang dan Kubu Baketan dari Yanto.
Kabid Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ir HM Khuzaimi mengaku lega setelah para motoris kelotok sepakat melupakan hal-hal yang dianggap kurang bermanfaat dan saling memaafkan dalam menyosong pelaksanaan serta menyambut kedatangan tamu Harganas dari 34 provinsi yang ikut hadir di Kalsel.
“Alhamdullilah dengan perdamaian ini para motoris kini sudah berakhir. Tinggal bagaimana bersama para motoris juga bersama-sama mengembangan pariwisata Banjarmasin menjadi objek yang diminati para turis manca daerah maupun manca negara,’’ demikian Kabid Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ir HM Khuzaimi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















