CEGAH Virus ASF-CFS, Karantina Kalsel Awasi Ketat Keluar-Masuk Babi

- Penulis

Senin, 30 Juni 2025 - 19:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas karantina saat memeriksa ratusan ekor babi potong dari luar daerah saat sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/6/2025). (ANTARA/HO-Karantina Kalsel)

Petugas karantina saat memeriksa ratusan ekor babi potong dari luar daerah saat sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (30/6/2025). (ANTARA/HO-Karantina Kalsel)

SuarIndonesia — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengawasi secara ketat keluar dan masuk hewan babi sebagai upaya mencegah masuknya virus African Swine Fever (ASF) dan Classical Swine Fever (CFS).

Kepala Karantina Kalsel Erwin AM Dabuke di Banjarmasin, Senin (30/6/2025), mengatakan petugas karantina baru saja melakukan pemeriksaan terhadap 590 ekor babi potong yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang berasal dari Provinsi Lampung dan Bali dengan tujuan akhir ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Babi merupakan hewan yang memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit strategis seperti ASF dan CSF,” kata Erwin.

Dia menjelaskan penyakit ini tidak menular ke manusia (bukan zoonosis), tetapi dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar di sektor peternakan khususnya babi, karena tingkat kematiannya bisa mencapai 100 persen.

“Tindakan karantina hewan berupa pemeriksaan sebagai upaya pengawasan terhadap lalu lintas hewan antararea untuk mencegah risiko masuk dan tersebarnya penyakit hewan menular,” tutur Erwin dilansir dari AntaraNewsKalsel.

Oleh karena itu, kata dia, petugas karantina harus memastikan agar hewan yang masuk ke wilayah Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat, sehingga keamanan sektor peternakan setempat tetap terjaga.

Baca Juga :   KASUS PEMERKOSAAN Dipertanyakan Keluarga Korban Perkembangan Perkaranya, Begini Penegasan Polisi

Dalam pemeriksaan ratusan ekor babi itu, hewan dan alat angkut diberi tindakan perlakuan berupa disinfeksi sebagai upaya penguatan biosekuriti.

Kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesesuaian jenis dan jumlah, serta kelengkapan dokumen dari daerah asal yang dipersyaratkan terdiri atas Surat Rekomendasi Pemasukan dan Pengeluaran, Lembar Hasil Uji Laboratorium, Surat Keterangan Kesehatan Hewan, Sertifikat Veteriner, dan Sertifikat Kesehatan Hewan Antar Area.

“Setelah persyaratan lengkap dan sesuai, hewan sehat, serta tidak ditemukan gejala klinis penyakit, maka ratusan ekor babi dapat melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan ke Kalimantan Tengah,” ujar Erwin. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC
DIHADAPAN Wapres Gibran Tunjukkan Inovasi Cairan dan Drone Thermal Langsung di Titik Api
RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan
HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru
MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan
PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel
PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako
WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:06

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 September 2026 - 21:45

RESMI DITUTUP, 4.151 Mahasiswa Baru UNISKA MAB Siap Memulai Perkuliahan

Kamis, 10 September 2026 - 18:08

HANYA BELASAN MENIT Kunjungan Kerja Wapres Gibran di SR Banjarbaru

Kamis, 10 September 2026 - 16:53

MAULID di DPRD Kalsel, Momentum Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Keimanan

Kamis, 10 September 2026 - 16:49

PEMANFAATAN ASET Swargaloka Dievaluasi DPRD Kalsel

Kamis, 10 September 2026 - 12:41

PEDULI Korban Kebakaran, Kapolsek Banjarmasin Tengah Salurkan Bantuan Senbako

Rabu, 9 September 2026 - 23:38

WAPRES Gibran ke Kalsel Tinjau SR hingga ISPA dan karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 22:35

LA Diguyur Hujan Bantu Redakan Ancaman Karhutla

Berita Terbaru

31 WNA Malaysia dan Taiwan ditangkap Imigrasi Pontianak, Kalbar. (Foto: Istimewa)

Kalbar

31 WNA Malaysia-Taiwan Ditangkap, Diduga Scamming

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:50

Karhutla mengancam habitat orang utan di TN Tanjung Puting Kalteng. (Foto: HO-Dok Balai TNTP)

Headline

3.105 HA TNTP Terbakar, Habitat Orang Utan Terancam!

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:46

Tim BKSDA dan YIARI Kalbar mengevakuasi Orang utan dari salah satu kebun warga di Kayong Utara. (Foto: HO-YIARI Kalbar)

Kalbar

ENAM Orang Utan Diselamatkan dari Karhutla

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:17

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-Antara)

Kalsel

BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk OMC

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:06

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca