ANGGARAN DIPANGKAS, “Bisa Menyerit” Pemda se Kalimantan Selatan

- Penulis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 23:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Anggaran dipangkas, tahun depan bakal menjadi tahun yang cukup berat bagi seluruh pemerintah daerah (pemda) se Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bahkan bisa jadi menjerit. Pasalnya pemerintah pusat menang anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Pemangkasan ada yang hampir 50 persen dari alokasi tahun 2025.

Dari 14 persentase penurunan terbesar diterima Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), yaitu 49,72 persen.

Jika dilihat dari nominal, penurunan terbesar dialami Pemprov Kalsel sebesar Rp 2.201.020.660.000.

Pemprov Kalsel pada tahun ini dapat alokasi TKD sebesar Rp 4.551.193.773.000. Tahun 2026 turun 48,36 persen menjadi Rp 2.350.173.113.000.

Secara nominal yang juga dapat pemangkasan terbesar kedua adalah Kabupaten Tanah Bumbu.

Dari alokasi RP 2.820.974.335.000 tahun 2025 menjadi Rp 1 418.456.631.000. Atau berkurang Rp 1.402.517.704.000.

Berikutnya Balangan dipangkas 45,04 persen. Alokasi 2025 Rp 2.185.598.190.000 menjadi Rp 1.201.134.047.000 tahun 2026. Berkurang Rp 984.464.143.000.

Selanjutnya Tabalong pada tahun 2025 dapat alokasi Rp 2.318.463.580.000. Menjadi Rp 1.327.108.426.000 tahun 2026. Berkurang Rp 991.355.154.000 atau 42,76 persen.

Sementara itu tiga daerah yang mendapat pemangkasan paling sedikit.

Pertama Barito Kuala hanya 18,15 persen. Dari alokasi Rp 1.454.147.100.000 tahun 2025 menjadi Rp 1.190.178.901.000. Atau berkurang Rp 263.969.199.000.

Kedua Hulu Sungai Utara (HSU). Alokasi tahun 2025 Rp 1.300.649.980.000 berkurang Rp 167.808.009.000 atau 12,90 persen, menjadi Rp 1.132.841.971.000.

Ketiga Hulu Sungai Tengah (HST) dari alokasi Rp 1.234.205.317.000 tahun 2025, berkurang 11,48 persen atau Rp 141.703.571.000 menjadi Rp 1.092.501.746.000.

Menyikapi penurunam TKD tersebut, Gubernur Kalsel, H Muhidin mengumpulkan seluruh perangkat daerah untuk menyikapi tekanan fiskal pada 2026.

Para kepala daerah se-Kalsel dikumpulkan dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan strategi dan kebijakan fiskal daerah yang efektif dan berkelanjutan.

Forum ini digelar sebagai upaya menyikapi kondisi penurunan transfer dana pusat ke daerah yang mencapai hampir 50 persen.

Muhidin menyebut situasi ini memerlukan strategi bersama agar pembangunan tetap berjalan, meskipun dengan anggaran yang lebih terbatas.

“Memang ada pengurangan cukup besar dari pusat, hampir 50 persen.

Beberapa Kabupaten/Kota terkena dampaknya, seperti Tanah Bumbu hingga 49 persen, sementara yang paling rendah di Hulusungai Tengah sekitar 11 persen,” ujar Muhidin, di Gedung Idham Chalid, Kamis (2/10/2025).Muhidin juga menyebutkan jika sebelumnya rancangan pendapatan daerah Pemprov Kalsel tahun anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp 9,42 triliun, maka setelah ada penyesuaian total pendapatan daerah turun menjadi Rp 7,24 triliun.

Baca Juga :   STATUS Siaga Darurat Karhutla Kalsel Dicabut

Berkurangnya TKD  membawa konsekuensi cukup berat, akan berpengaruh langsung terhadap kapasitas fiskal daerah baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota.

Dia menekankan seluruh perangkat daerah termasuk bupati dan wali kota agar dapat mengurangi dan mengatur keuangan daerah masing-masing.

Kendati menghadapi keterbatasan fiskal, Muhidin berharap program-program prioritas dari pemerintah pusat dapat tetap dilaksanakan di daerah secara maksimal, supaya tidak mengurangi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pengurangan TKD  tentu berpengaruh terhadap pembangunan. Karena anggaran yang terdahulu sudah diatur oleh SKPD, kemudian terjadi penurunan dan pendapatan berkurang,” katanya.

Namun pemerintah akan mulai merumuskan strategi penyesuaian kebijakan anggaran agar dampak dari pemangkasan  tidak terlalu mengganggu jalannya program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan mengatur bagaimana caranya dengan dana yang ada ini dapat dikurangi, seperti melalui perjalanan dinas, pengurangan dana hibah dan lainnya.

Jadi pekerjaan atau belanja langsung yang perlu maka diprioritaskan,” imbuhnya.

Ia menekankan agar pemerintah daerah mampu menyesuaikan program pembangunan, khususnya dengan lebih memprioritaskan kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

“Pekerjaan yang penting, yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang didahulukan. Kalau ada pembangunan yang bisa ditunda, sebaiknya diatur kembali agar anggaran tetap terkendali,” jelasnya.

Gubernur menegaskan bahwa meskipun terjadi penurunan dana transfer, Pemerintah Provinsi Kalsel tidak akan menaikkan pajak daerah.

Sebaliknya, pemerintah tetap berkomitmen memberikan insentif serta menjaga beban masyarakat agar tidak semakin berat.

“Kita pastikan meskipun ada pengurangan dari pusat, pajak tidak akan dinaikkan. Masyarakat jangan sampai terbebani.

Pemerintah hadir untuk menjaga kesejahteraan mereka, agar masyarakat tetap tenang dan kita pun bisa bekerja dengan nyaman,” tegasnya.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

STOK HEWAN KURBAN Iduladha di Kalsel Dipastikan Aman
KRI Teluk Kupang-519 Bersandar di Dermaga Trisakti Banjarmasin, Ini Diantaranya Dilakukan Satgas Trisila 2026
LAKA LANTAS Mobil-Motor Terbakar di Jembatan Alalak, Begini Penegasan Satlantas Polresta Banjarmasin
EMPAT PREMAN Pungutan Liar SPBU Positif Narkoba
KEPALA BNNP KALSEL: “Kita Terima Pelimpahan Soal Sosok Khalikin, Kini Proses Asesmen untuk Rehabilitasi”
TERBAKAR Mobil dan Dua Motor di Jembatan Sungai Alalak, Diduga Pelansir BBM
ANGGARAN MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun pada 2026
PASAR RAKYAT Banjarmasin Dimodernisasi

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:20

STOK HEWAN KURBAN Iduladha di Kalsel Dipastikan Aman

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:12

KRI Teluk Kupang-519 Bersandar di Dermaga Trisakti Banjarmasin, Ini Diantaranya Dilakukan Satgas Trisila 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:39

LAKA LANTAS Mobil-Motor Terbakar di Jembatan Alalak, Begini Penegasan Satlantas Polresta Banjarmasin

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:46

KASUS ANDRIE YUNUS: 4 Anggota TNI Hadapi Sidang Tuntutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:12

KEPALA BNNP KALSEL: “Kita Terima Pelimpahan Soal Sosok Khalikin, Kini Proses Asesmen untuk Rehabilitasi”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:19

TERBAKAR Mobil dan Dua Motor di Jembatan Sungai Alalak, Diduga Pelansir BBM

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:34

PASAR RAKYAT Banjarmasin Dimodernisasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:28

6.451 JCH Embarkasi Banjarmasin Sudah di Tanah Suci Makkah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca