Suarindonesia – Selama ini para acil (ibu-ibu pedagang red) biasa berada di atas sampan atau jukung di Pasar Terapung, Sungai Martapura Banjarmasin, tiap akhir pekan. Namun, Sabtu dan Minggu (23/12/2018) siang para pedagang memilih naik ke darat.
Rombongan acil-acil yang berjumlah 70 an orang itu ikut jalan-jalan sambil mempromosikan bakul purun di Duta Mall, pusat perbelanjaan modern terbesar di Banjarmasin.
Hal itu tentu saja sangat heboh, maklum para acil jukung pasar terapung dengan dandanan yang khas, penutup kepala dari sarung (selungkup), menarik perhatian pengunjung Duta Mall Banjarmasin, Minggu (23/12/2018).

Dengan pakaiannya yang khas dan menenteng tas tradisional khas Banjar yang terbuat dari anyaman purun, (rerumputan liar yang tumbuh di rawa), para acil pun tampil beda dan tampak lebih cantik dan menarik.
Maklum, Keterlibatan para acil ini untuk mensosialisasikan agar para pengunjung dan pembeli di pusat perbelanjaan modern di Jalan Achmad Yani Km 2, segera mengurangi pengunaan kantong plastik yang sulit didaur ulang itu. Dengan bakul purun, volume sampah plastik bisa dikurangi di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami ingin menunjukkan jangan malu membawa bakul purun ke mall. Sebab, bakul purun merupakan warisan budaya Banjar yang penuh kearifan lokal, jadi patut dilestarikan,” ucap Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ir H Mokhammad Khuzaimi yang dihubungi, Minggu (23/12/2018).

Pria yang akrab disapa Jimie ini mengatakan bakul purun bisa menjadi wadah alternatif untuk berbelanja ke toko-toko modern. Termasuk mempromosikan keberadaan Pasar Terapung Banjar kepada para pengunjung mall, demi meningkatkan kunjungan wisatawan.
Lucunya, karena tidak terbiasa berada di ruangan ber-AC, salah satu acil mengaku sempat pusing. Terpaksa, dia duduk untuk istirahat dan berada di ruangan terbuka.
“Sosialisasi penggunaan bakul purun ini menindaklanjuti kebijakan Walikota Banjarmasin yang melarang penggunaan kresek. Jadi, bakul purun bisa digunakan untuk wadah berbelanja,” ucap Jimie.
Ditambahkan lagi, promosi penggunaan bakul juga akan meningkatkan pendapatan bagi para pengrajin serta pedagang pasar tradisional. Sebelumnya, promosi penggunaan bakul sudah menyasar retail-retail modern yang ada di Banjarmasin.
“Kebanyakan bakul purun ini dibuat industri rumahan. Jadi, jika makin banyak yang membeli dan menggunakan bakul purun, tentu akan meningkatkan pendapatan para pengrajin,” demikian mantan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin ini.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















