USULAN Hiswana Migas Menaikan HET, Ditanggapi Anggota Dewan Kalsel Harus Ada Syaratnya

USULAN Hiswana Migas Menaikan HET, Ditanggapi Anggota Dewan Kalsel Harus Ada Syaratnya

SuarIndonesia – Usulan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) mendapat tanggapan dari Anggota Dewan Kalsel.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan boleh saja usulan itu disetujui Pemerintah tapi dengan syarat kelangkaan elpiji 3 kilogram tak boleh terjadi lagi.

“Harga HET Rp.17.500 bila pun naik jangan sampai melebihi Rp.20 ribu, karena saat ini masa sulit yakni masih pandemi,”ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Paman Yani sapaan akrabnya juga mengatakan informasi yang diperolehnya dari keluhan masyarakat di kepulauan, tentang gas melon ini bisa mencapai Rp.50 ribuan, itupun alasan klasik yakni stok dan terhambat distribusi.

“Daerah kepulauan kotabaru, Dapil saya harganya Rp50 ribu an,”ujarnya

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, HM Iqbal Yudianoor menyarankan agar Hiswana Migas Kalsel untuk menunda usulan penyesuaian HET.

Menurut Iqbal, banyak faktor yang harus dilihat, seperti perekonomian Kalsel pasca diterpa bencana banjir, pandemi Covid-19. Terlebih saat ini sejumlah daerah di Kalsel Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Kalau ekonomi masyarakat mulai membaik, saya pikir, tidak ada masalah, masyarakat pun bisa menerima,” katanya

Tabung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi ini sudah jelas, peruntukannya bagi masyarakat kurang mampu. Dan harga yang diberikan harusnya lebih murah. Jangan malah menyulitkan masyarakat.

“Kasihan masyarakat, sudah susah ditimpa dengan harga yang mahal, kalau bisa kasih harga paling murah,” ucapnya.

Penggunaan gas elpiji 3 kilogram yang masih ditemukan kurang tepat sasaran, harusnya ada pengawasan serta aturan dan mekanisme yang jelas, siapa saja yang berhak menerimanya.

“Semua perangkat daerah harus terlibat, dari provinsi hingga kabupaten kota, termasuk juga aparat hukumnya,” ujarnya.

Adapun sebelumnya Hiswana Migas Kalsel berniat kembali mengusulkan harga baru HET.

Sekretaris Hiswana Migas Kalsel, HM Irfani mengatakan usulan itu sempat tertunda gara-gara pandemi Covid-19.

“Sebetulnya ini diusulkan dari tahun lalu sudah mau harga baru,” kata Irfani.

Ia mengatakan usulan itu tertunda karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel. Pemprov beralasan karena masih pandemi Covid-19 dan belum ada penetapan Gubernur definitif.

Setelah Gubernur baru dilantik, usulan itu kembali mencuat. Hiswana berencana mengajukan lagi usulan harga HET baru.

Pengajuan penyesuaian harga tersebut tetap mengikuti aturan. Hanya saja tidak menjelaskan secara detail apa saja aturannya.

Menurut Irfani, alasan penyesuaian HET, karena sudah enam tahun lebih belum ada kenaikan HET gas elpiji 3 kilogram, masih Rp17.500, sedangkan provinsi lain sudah melakukan penyesuaian.

Irfani berujar biaya operasional termasuk sparepart serta Upah Minimum Kabupaten (UMK) juga naik, sehingga perlu penyesuaian.

Lalu, berapakah HET yang akan diusulkan Hiswana Migas Kalsel? “Besarnya sesuai dengan kewajaran, sekitar Rp 21 ribu,” ujarnya. (HM)

 110 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: