Tim Riset ULM Terus Meneliti Lahan di Jejangkit Mencari Model Pertanian yang Optimal

- Penulis

Sabtu, 29 Juni 2019 - 02:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Pihak Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membuktikan lahan di Jejangkit bisa dimanfaatkan dengan baik.  Melalui Program Riset Aksi Budidaya Padi model sistem integrasi – unit tani intensif (Siuti), ULM mampu menghasilkan padi antara 30 hingga 45 anakan produktif.

Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi menjelaskan, model Siuti dimulai dengan penataan air menjaga ketinggian genangan lebih satu meter.

Prinsip pertama menjaga keseimbangan air dan mempertahankan

fungsi ekologis lahan melalui pembuatan galangan dari bahan mineral tanah, pembuatan saluran dan embung mampu mengangkat permukaan tanah sehingga bisa ditumbuhi padi.

Kemudian, prinsip kedua dari model ini adalah tanah sebagai media tumbuh dan memiliki proses biologi di dalamnya mampu mendukung pertumbuhan padi dengan baik.

“Model ini memiliki prinsip ketiga bahwa padi sebagai makhluk hidup. Cara SRI (System of Rice Intensification) yang dimodifikasi dengan menanam benih bernas langsung pada titik tanam merupakan

alternatif budidaya padi yang dilakukan dari model ini,” ujar Prof Sutarto Hadi,  Jumat (28/6) usai panen perdana padi model Siuti di Jejangkit Muara.

Sutarto memastikan, penerapan model Siuti di lahan rawa Jejangkit telah menunjukkan kemampuan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi padi.

Lahan rawa Jejangkit yang awalnya tidak dapat dikelola pada saat musim hujan dan air menggenangi lahan, sekarang ini dengan penerapan Siutu telah dibuktikan dapat dikelola dengan baik hingga berproduksi.

Baca Juga :   DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

“Dapat disimpulkan model Siutu di lahan rawa telah mampu membudidayakan padi di lahan rawa.

Model Siutu dapat direkomendasikan untuk kegiatan pertanaman padi dalam mendukung program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), karena diyakini berpotensi meningkatkan pertanaman (IP) dan produktivitas lahan,” tegasnya.

Ia juga menuturkan, tim riset ULM masih akan terus meneliti lahan di Kecamatan Jejangkit untuk mencari model pertanian yang optimal baik dari segi penelitian tentang kondisi tanah, pasca panen, distribusi, dan lain sebagainya.

“Langkah selanjutnya kami akan menyusun blueprint (cetak biru) untuk pengembangan lebih lanjut Desa  Jejangkit Muara ini sebagai sentra pertanian Kalsel,” terang Sutarto.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEBAKARAN Melanda Kawasan Permukiman di Pangeran Antasari
AJANG PEMANASAN, Fourfeo PWI-Adaro 2026 Jelang Porwanas Lampung
RIBUAN JEMAAH Padati Kubah pada Peringatan Haul ke-80 Habib Basirih
LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:51

DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:40

KPK PERIKSA BS, Ipar Eks Kepala BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:20

OPERASI PATUH 2026: Fokus Tertibkan Lawan Arus di Titik Rawan

Berita Terbaru