Suarindonesia – Pihak Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membuktikan lahan di Jejangkit bisa dimanfaatkan dengan baik. Melalui Program Riset Aksi Budidaya Padi model sistem integrasi – unit tani intensif (Siuti), ULM mampu menghasilkan padi antara 30 hingga 45 anakan produktif.
Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi menjelaskan, model Siuti dimulai dengan penataan air menjaga ketinggian genangan lebih satu meter.
Prinsip pertama menjaga keseimbangan air dan mempertahankan
fungsi ekologis lahan melalui pembuatan galangan dari bahan mineral tanah, pembuatan saluran dan embung mampu mengangkat permukaan tanah sehingga bisa ditumbuhi padi.
Kemudian, prinsip kedua dari model ini adalah tanah sebagai media tumbuh dan memiliki proses biologi di dalamnya mampu mendukung pertumbuhan padi dengan baik.
“Model ini memiliki prinsip ketiga bahwa padi sebagai makhluk hidup. Cara SRI (System of Rice Intensification) yang dimodifikasi dengan menanam benih bernas langsung pada titik tanam merupakan
alternatif budidaya padi yang dilakukan dari model ini,” ujar Prof Sutarto Hadi, Jumat (28/6) usai panen perdana padi model Siuti di Jejangkit Muara.
Sutarto memastikan, penerapan model Siuti di lahan rawa Jejangkit telah menunjukkan kemampuan dalam mendukung pertumbuhan dan produksi padi.
Lahan rawa Jejangkit yang awalnya tidak dapat dikelola pada saat musim hujan dan air menggenangi lahan, sekarang ini dengan penerapan Siutu telah dibuktikan dapat dikelola dengan baik hingga berproduksi.
“Dapat disimpulkan model Siutu di lahan rawa telah mampu membudidayakan padi di lahan rawa.
Model Siutu dapat direkomendasikan untuk kegiatan pertanaman padi dalam mendukung program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), karena diyakini berpotensi meningkatkan pertanaman (IP) dan produktivitas lahan,” tegasnya.
Ia juga menuturkan, tim riset ULM masih akan terus meneliti lahan di Kecamatan Jejangkit untuk mencari model pertanian yang optimal baik dari segi penelitian tentang kondisi tanah, pasca panen, distribusi, dan lain sebagainya.
“Langkah selanjutnya kami akan menyusun blueprint (cetak biru) untuk pengembangan lebih lanjut Desa Jejangkit Muara ini sebagai sentra pertanian Kalsel,” terang Sutarto.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















