TERKENDALA Alat Penyimpan Plasma Konvalesen, PMI Kota Banjarmasin

- Penulis

Senin, 28 Desember 2020 - 22:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SuarIndonesia – Upaya penyembuhan pasien yang terpapar Covid-19 dengan memakai plasma konvalesen yang dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin dinilai efektif.

Namun, upaya yang dilakukan oleh UTD PMI Kota Banjarmasin tersebut masih terkendala alat untuk menyimpan plasma konvalesen.

“Kita tidak bisa menyetok karena keterbatasan alat dalam proses penyimpanan plasma konvalesen,” ungkap Kepala UTD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit pada awak media di ruang kerjanya, Senin (28/12/2020) sore.

Menurutnya, jika tidak diberikan langsung kepada pasien, komponen plasma konvalesen sendiri bisa berkurang dan akan mengurangi tingkat penyembuhannya.

“Minimal harus disimpan di suhu -30°C untuk menjaga komponennya. Soalnya, setelah selesai dan jadi, plasma itu harus dibekukan terlebih dahulu agar tidak ada yang berkurang komponennya,” jelasnya.

Jika dibekukan, lanjutnya, plasma konvalesen tersebut bisa bertahan hingga 6 bulan lamanya. Sedangkan jika tidak dibekukan atau langsung diberikan kepada pasien, plasma tersebut maksimalnya hanya selama 24 jam.

“Jadi harus segera ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan,” tukasnya.

Ia menegaskan bahwa apa yang diupayakan oleh PMI Kota Banjarmasin dalam hal penanggulangan pandemi Covid-19 ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Baca Juga :   KECELAKAN MAUT Renggut Tujuh Nyawa, Lima Diantaranya Mahasiswa ULM dan UNUKASE

“Jadi sampai saat ini Alhamdulillah PMI sudah mulai banyak menerima permintaan plasma, namun masih terkendala alat untuk penyimpanan plasma konvalesen tadi,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga masih belum pernah menerima data perkembangan pasien yang menerima transfusi plasma tersebut.

“Kami belum ada data terkait hal itu,” ujarnya.

Kendati demikian, menurutnya hal tersebut tidak mempengaruhi semangat para relawan PMI Kota Banjarmasin untuk mencari upaya penyembuhan atas pasien penderita Covid-19.

“Kita tetap berusaha mencari data baik dari Bapelkes maupun dari pihak rumah sakit yang menangani pasien Covid-19,” pungkasnya.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo
SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya
DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8
PENCARIAN Korban KM Virgo Transport 8 Diperluas ke Kalteng-Kalbar dan Jawa
KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI
HARI ke-10 Pencarian di KM Virgo Transport 8, Tiga Jasad Kembali Ditemukan
TIBA di RS Bhayangkara Banjarmasin Dua Jenazah yang Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
VONIS,. Eks Kajari HSU “Mendekam” di Penjara 5 Tahun 10 Bulan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:13

DOA BERSAMA di Hari Lalu Lintas, Polda Kalsel Empati Korban Km Virgo

Selasa, 22 September 2026 - 21:27

SURI SETYANINGSIH: Yakin Jasad yang Ditemukan di Kalteng Suaminya

Selasa, 22 September 2026 - 21:22

DVI Terima Data Ante Mortem 135 Korban KM Virgo Transport 8

Selasa, 22 September 2026 - 16:56

KEPEDULIAN BERBAGI Korem 101/Ant Diserbu Warga, Rangkaian Sambut HUT ke-81 TNI

Selasa, 22 September 2026 - 12:45

HARI ke-10 Pencarian di KM Virgo Transport 8, Tiga Jasad Kembali Ditemukan

Selasa, 22 September 2026 - 12:33

TIBA di RS Bhayangkara Banjarmasin Dua Jenazah yang Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan

Senin, 21 September 2026 - 23:33

VONIS,. Eks Kajari HSU “Mendekam” di Penjara 5 Tahun 10 Bulan

Senin, 21 September 2026 - 22:03

POSISI KM Virgo Transport 8 Belum Berubah, Namun Mulai Berlumpur

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca