SuarIndonesia – Menurut Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), sepanjang tahun 2021 terdapat 5.402 kejadian bencana yang didominasi bencana hidrometeorologi.
Keseluruhan bencana itu telah mengakibatkan 728 jiwa meninggal dunia, 87 orang hilang, dan 7.630.692 jiwa menderita dan mengungsi.
Selain itu, bencana tersebut juga telah berdampak dan menyebabkan kerusakan pada 158.658 rumah, 1.755 fasilitas pendidikan, 458 fasilitas kesehatan, dan 2.232 fasilitas peribadatan.
Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi paling banyak terjadi bencana dengan jumlah 1.358 kali kejadian yang disusul oleh Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, dan Kalimantan Selatan.
Usai membuka Rapat Koordinqsi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2022 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/2/22), Presiden RI, Joko Widodo, meminta penanggulangan bencana dilakukan secara terpadu, sistematik, dan rencana induk penanggulangan bencana Tahun 2022 – 2044 harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.
“Semua tahapan harus dilaksanakan secara disiplin dan konsisten, Indonesia harus menjadi bangsa yang tangguh terhadap bencana,” ucap Presiden.
Usai mendengarkan arahan presisen, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, mengatakan Pemprov Kalsel selalu siap mengantisipasi serta menghadapi bencana.
“Kita sudah lakukan berbagai macam antisipasi, seperti pengerukan sungai agar meminimalisir terjadinya banjir,” ungkapnya.(RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















