Pos Konseling Narkoba Berdiri di Banjarmasin

Pos Konseling Narkoba Berdiri di Banjarmasin

Suarindonesia – Mewujudkan Kota bersih dari narkoba BNNP Kalsel bekerjasama dengan Pemko Banjarmasin resmikan Pos Konseling Narkoba (Poskona)di Kantor Kecamatan Banjarmasin Tengah, Senin (5/11).

Peresmian Poskona sebagai tempat relawan dan penggiat anti narkoba menjadi agen pemulihan bagi pecandu atau korban penyalahguna narkoba di Banjarmasin ini. Hadir Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan seluruh camat dan lurah, Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Nixon Manurung beserta jajarannya, juga hadir juga aparat TNI dari Koramil dan Polresta Banjarmasin.

Menurut Nixon Manurung, Poskona di Kecamatan Banjarmasin Tengah ini diharapkan bisa menjadi pilot project bagi poskona-poskona lainnya yang akan dibangun di seluruh kecamatan di Banjarmasin dan daerah lainnya.

Poskona ke depannya bisa menjadi wadah konsultasi oleh masyarakat yang tadinya enggan berobat karena takut ditangkap dan alasan lainnya, menjadi berani dan yakin bahwa layanan itu semata-mata untuk masyarakat yang ingin sembuh daei keterlanjuran menyalahgunakan narkoba.

‘’Hadirnya Poskona diharapkan bisa menambah kepercayaan masyarakat agar mau berobat dan konsul,” tuturnya di sela acara peresmian.

WhatsApp Image 2018-11-05 at 20.22.57

Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengapresiasi inovasi dari BNN itu apalagi untuk penyalahguna narkoba, dimana penyalahguna narkoba di Banjarmasin adalah paling banyak dari jumlah penyalahguna narkoba di Kalsel.

“Ini adalah inovasi yang baik untuk mendekatkan pelayanan rehabilitasi untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Orang nomor satu di Banjarmasin ini melanjutkan, menurut data yang diperoleh dari BNN, ada sekitar 12 ribu penyalahguna narkoba di Banjarmasin. “Nah dari jumlah itu hanya sekitar seribu saja yang mau menjalani rehabilitas sisanya tidak tahu. Mudahan dengan adanya poskona ini benar-benar mampu mengurangi angka penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Kasi Rehabilitasi BNNP Kalsel Riny Henderawaty, menambahkan, ide
inovasi yang berawal dari dirinya itu merumus dari anggapan masyarakat soal enggannya atau takut rehabilitasi dengan berbagai alasan. Siapa yang mengisi Poskona ini, Poskona sudah bersinergi dari berbagai instansi, mulai dari pemerintahan, Polri, TNI dan ormas.

“Layanan ini gratis dan pecandu bisa mendapatkan layanan hingga sembuh. Kemudian, prosesnya ini bisa dari penggiat lapangan yang kemudian membawa ke Pos atau juga yang bisa langsung ke poskona,” paparnya.

Adanya Poskona ini juga langsung mendapat tanggapan salah satu Warga Banjarmasin bernama Aslamiah. Ia menilai Poskona ini sangat membantu masyarakat, dan merubah anggapan masyarakat agar tidak takut lagi dan mau mengikuti program rehabilitasi.
‘’Bagus ini sangat membantu kita,” katanya.(SU)

 190 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: