Suarindonesia – Balai Pengolahan Air Minum (BPAM) Banjarbakula rutin mendistribuaikan air ke PDAM Intan Banjar.
Perusahaan daerah yang beroperasi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar ini menjadi pelanggan tetap bahkan pemakai air utama dari PAM Banjarbakula.
PDAM Intan Banjar didistribusikan air dalam bentuk air curah dan air baku.
Setiap kubik yang disalurkan dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pinus, ada biaya pelayanan yang harus dibayarkan.
Sebagaimana kesepakatan, untuk air baku PDAM Intan Banjar mengeluarkan biaya pelayanan sebesar Rp188 rupiah per meter kubik, sedangkan untuk air curah dibebankan sebesar Rp1.970 per meter kubik (M3).
Kepala BPAM Banjarbakula, Nazruddin Alhaidar menyebutkan, biaya yang dikeluarkan PDAM tersebut disetorlan langsung ke kas daerah, sehingga pihaknya tidak menerima dalam bentuk uang tunai.
Ia mengatakan, biaya yang timbul hanya untuk mengganti jasa pelayanan.
Dikatakannya, kontribusi PDAM Intan Banjar terhadap operasional PAM Banjarbakula cukup besar.
“Jika dirata-rata konsumsi air curah yang kami distribusikan ke PDAM Intan Banjar perbulan 372.186 M3,” kata pria yang akrab disapa Anas ini.
Anas menyebut, jika dikalkulasikan dalma bentuk uang sebesar Rp1. 970 per M3, maka PDAM Intan Banjar perbulan rata-rata berkontribusi Rp733. 206.402.
Anas mengatakan, dari satu mesin yang sudah dimiliki pihaknya mampu menghasilkan air curah 200 liter perdetik.
Dari jumlah itu suplay untuk PDAM Intan Banjar sebesar 160 liter perdetik.
“Selain Intan Banjar yang saat ini kami suplay juga ada PDAM Tanah Laut,” bebernya.
Sejatinya, program SPAM Banjarbakula ini untuk mendistribusikan air Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
Khusus Banjarmasin dan Batola belum tetdistribusikan karena menunggu penyelesaian infrastruktur pendukung. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















