SuarIndonesia – Ketua Komisi III DPRD Kalsel Hasanuddin Murad menilai pembangunan revitalisasi kawasan sekumpul yang baru selesai dalam pengerjaannya kurang pas.
“Saya yakin tidak mungkin perencanaannya seperti itu,” ucapnya kepada awak media, Rabu (8/6/2022)
Menurutnya, melihat video viral yang ada di media sosial, pengerjaan trotoar tersebut speknya perlu di tinjau ulang, dari tehelnya dan peletakannya juga jalur untuk disabilitas.
“Spek tehelnya kurang pas, dan karet untuk jalur disabilitas itu, harus nempel ke tehel atau menyatu.
Dirinya berkeyakinan, spek pembangunan revitalisasi tersebut, tidak mungkin perencanaannya seperti itu,
Masa trotoar kawasan religi di sekumpul kalah dengan trotoar Banjarmasin,” Ujarnya.
Meski saat ini, trotoar tersebut maaih dalam waktu pemeliharaan karena baru saja selesai, masih ada waktu untuk memperbaikinya dan harus sesuai dengan speknya.
“Harus segera diperbaiki, dan seauaikan speknya,”
Sebagai informasi pembangunan proyek dikawasan sekumpul ini, merupakan proyek pemerintah pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalsel, Direktorat Jendral Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dibangun dalam tiga segmen dalam beberapa tahun kedepan akan rampung semuanya.
Adapun pengerjaan pada men 1 ini dari simpang 4 lampu merah sampai jembatan irigasi sekumpul, yang mnghabiskan anggaran Rp.30 Milyar lebih dari APBN tahun 2021.
Yang dimulai pada mei 2021 dengan 240 hari atau 8 bulan dan sempat molor tahun 2022.
Kontraktor PT. Cahaya Sriwijaya Abadi. Konsultan pengawas daei PT. Tema Karya Mandiri Jo CV Tika Kreatif Desain Konsultan (HM)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















