SuarIndonesia -Kepiting bakau diekspor ke China, ada 13.637, yang disertifikasi petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pemeriksaan fisik kepiting bakau sebelum diekspor melalui Satuan Pelayanan Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, pada Selasa (20/5/2025).
Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabuke, mengatakan belasan ribu ekor kepiting bakau hidup ini memiliki nilai ekonomi mencapai Rp 601,3 juta.
“Telah menjalani pemeriksaan sebelum dikirim ke China, melalui petugas di satuan pelayanan di Bandara Syamsudin Noor,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa petugas di satuan pelayanan tersebut memastikan bahwa seluruh kepiting telah memenuhi persyaratan untuk dapat diekspor sehingga diberikan sertifikasi.
“Kepiting harus memiliki berat minimal 150 gram atau lebar karapas 12 sentimeter per ekor,” ucapnya.
Diungkapkan, karena kepiting ini merupakan hasil tangkapan alam, maka untuk yang sedang dalam kondisi bertelur dilarang untuk diekspor guna menjaga kelestarian populasi di habitat aslinya.
Sebelum diekspor, kata dia, petugas karantina mengambil sampel kepiting bakau guna keperluan uji laboratorium untuk memastikan kepiting yang dikirim bebas dari hama penyakit ikan karantina (HPIK) berupa white spot syndrome virus (WSSV).
Selain itu, pelaku usaha (eksportir) juga diharuskan sudah mengantongi sertifikat cara karantina ikan yang baik (CKIB).
Erwin menuturkan permintaan kepiting bakau dari luar negeri tergolong cukup tinggi, khususnya China.
“Terbukti adanya pengiriman dari Kalsel ke negara tersebut setiap minggu,” katanya dikutip Antara.
Menurut dia, daging kepiting bakau yang tebal, manis dan tekstur yang khas membuatnya menjadi menu favorit dalam hidangan perayaan atau jamuan penting masyarakat di China.
“Dengan pengawasan dan pemeriksaan ketat dari Karantina, ekspor kepiting bakau dapat terus meningkat secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
Selain menguntungkan pelaku usaha perikanan lokal, ekspor ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas laut unggulan di pasar global,” ujar Erwin. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















