Tak Puas Tuntutan 12 Tahun, Keluarga Korban Pembunuhan Mengamuk di Ruang Sidang Hingga Halaman PN Banjarmasin

- Penulis

Senin, 25 Maret 2019 - 17:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kembali, suasana sidang perkara pembunuhan terhadap korban Al Faris atau Faris (25), warga  Gang Mekar Sari Antasan Kecil Barat di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, ricuh dan keluarga korban mengamuk, Senin (25/3).

Amuk keluarga korban dari dalam rungan sidang hingga halaman PN Banjarmasin hingga sore harinya belum bernjak.

Persidangan dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibacakan Rizky dan A Putera dengan Hakim Ketua, Afandi W SH MH.

Tiga terdakwa yakni Hendra Gunawan alias Hendra Pisang, warga Pasar Lama, Chandra Lukmanul Hakim alias Hendra Tele, warga Jalan Sulawesi Gang Pare-Pare dan Taurat alias Torat, warga Jalan S Parman Kelurahan Pasar Lama.

 

Keluarga korban tak terima atas tuntutan masing-masing 12 tahun penjara terhadap tiga terdakwa atas dasar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP/pengeroyokan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia.

Perkelahian di Gang Maluku, Pasar Lama Banjarmasin Tengah, beberapa waktu lalu.

Diniai rendah, keluarga korban perkara pengeroyokan, emosi, setelah mendengar tuntutan itu.

Baca Juga :   DIBUKA KEMBALI Jalan Veteran Sungai Lulut, Pasca Retak dan Ambles

“Ini tidak sepadan atas hilangnya nyawa saudara kami, Hukum mati juga, atau lebih berat.

Jangan buat kami kecewa Pak Jaksa dan Pak Hakim, Ini harusnya adanya pasal perencanaan pembunuhan,” terik massa saat itu.

Suasana tambah panas dengan tak hentinya melontarkan kata hujatan kepada tiga terdakwa maupun jaksa dan hakim hingga nyaris menghampiri korban.

“Kami jangan permainkan dengan hukum disini. Kami tidak terima, kami keberatan,” teriak mereka lagi.

Ketatnya penjagaan membuat tiga terdakwa, terhindar dari amukan dan secara sembunyi terdakwa dibawa kembali ke Lapas Banjarmasin. (ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1
RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar
SATU KRU Helikopter “Water Bombing” Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal, Dua Luka-luka
KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel
BNPB : Tim Terkait Masih Bersiaga di Lapangan Himpun Kronologi serta Penyebab Jatuhnya Helikopter “Water Bombing”
HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terkait

Senin, 9 November 2026 - 01:07

HAJI ISAM Masuk Bayan Resources, Kuasai 30,25 Persen Saham

Minggu, 8 November 2026 - 22:53

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026/2027: Barito Putera v RANS Nusantara 1-1

Minggu, 8 November 2026 - 22:38

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 November 2026 - 22:25

RATUSAN WARGA KALTENG Diduga Tertipu Arisan, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Minggu, 8 November 2026 - 19:56

BNPB: PENANGANAN KARHUTLA Berlanjut dengan Perketat Aspek Keselamatan

Minggu, 8 November 2026 - 19:47

KECELAKAAN HELI DI SUNGAI BARITO: Satu Kru Heli Puma H-225 dalam Pencarian

Minggu, 8 November 2026 - 19:20

GAZA: BANJIR RENDAM 70.000 Tenda, Pengungsi tak Bisa Berlindung

Minggu, 8 November 2026 - 16:07

HELIKOPTER Super Puma “Water Bombing” Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel

Berita Terbaru

Orang utan di Nyaru Menteng, Palangka Raya. (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Kalteng

NYARU MENTENG Pusat Konservasi Orang Utan

Minggu, 8 Nov 2026 - 22:38