KALTARA Terus Suarakan Pemekaran Lima Daerah Otonomi Baru

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Selor yang berstatus kecamatan dan merupakan ibu kota Provinsi Kaltara menjadi salah satu dari lima daerah yang diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kaltara. (Foto: Antara/Agus Salam)

Tanjung Selor yang berstatus kecamatan dan merupakan ibu kota Provinsi Kaltara menjadi salah satu dari lima daerah yang diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kaltara. (Foto: Antara/Agus Salam)

SuarIndonesia — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara terus menyuarakan pemekaran lima Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kaltara.

“Kita terus suarakan untuk DOB Kabupaten Krayan, Kota Sebatik, Kabupaten Apau Kayan, Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya), serta Kota Tanjung Selor yang merupakan ibu kota Provinsi Kaltara,” ujar Gubernur Zainal saat ditanya perkembangan usulan pemekaran DOB di Kaltara, Jumat (2/10/2026).

Selasa (29/9/2026) lalu, kata Zainal, ia turut menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Konsolidasi Nasional Forum Koordinasi Nasional Percepatan Pembentukan (Forkonas PP) DOB se-Indonesia, di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat.

“Dalam Rapimnas dan Konsolidasi yang dihadiri lebih 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kita suarakan terkait pemekaran lima DOB Kaltara yang sudah berjuang ada yang 30 tahun, 15 tahun dan 10 tahun,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, Forkonas PP DOB juga menegaskan berjuang keras untuk memperjuangkan ke pemerintah pemekaran lima DOB lima di Kaltara bersama wilayah lain di Indonesia.

“Saya hadir di sana hadir untuk memberikan support kepada saudara-saudara kita yang selalu mendorong lima DOB di Kaltara,” katanya.

Pemprov Kaltara, kata Zainal, terus mendorong pemekaran lima DOB tersebut, termasuk Tanjung Selor yang masih berstatus kecamatan padahal sudah 14 tahun ditetapkan menjadi Ibu Kota Provinsi Kaltara.

“Tahun 2012 itu DOB Kaltara terbentuk, tapi pengusulan DOB untuk ibu kota itu baru 2017. Berarti baru 9 tahun. Bahkan daerah kita yang paling lama mengusulkan DOB itu adalah Sebatik. Hampir 30 tahun mereka berjuang,” kata Zainal.

Gubernur Kaltara mengatakan bahwa ia dan Pemprov Kaltara selalu berkoordinasi dengan para kepala daerah di Kaltara, khususnya Bupati Bulungan sebagai upaya untuk mempercepat terbentuknya Kota Tanjung Selor, karena merupakan Ibu kota Provinsi Kaltara

Baca Juga :   KORUPSI PERTAMBANGAN: Tim Jampidsus Geledah Sejumlah Lokasi di Kaltara

“Masa ibu kotanya kecamatan? Kita harus berupaya keras juga supaya bisa terwujud Kota Tanjung Selor sebagai DOB,” ujarnya.

Saat ini, sebutnya, instansi vertikal di Kabupaten Bulungan yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Selor sudah pada level kota, di mana Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan sudah dipimpin perwira menengah Polri dengan pangkat Komisaris Besar Polisi dan Komando Distrik Militer (Kodim) Bulungan juga sudah dipimpin seorang perwira TNI berpangkat Kolonel.

“Belum terbentuk DOB Kota Tanjung Selor, tapi Polres sudah Polresta dan sudah Kombes komandannya, kemudian Kodim-nya juga sudah dijabat Kolonel,” katanya.

Terkait hal lainnya, Gubernur Zainal juga menegaskan persoalan DOB di wilayah Kaltara memiliki kaitan erat dengan kondisi geografis daerah. Sejumlah wilayah, terutama kawasan perbatasan, memiliki jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan.

“Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya pembentukan daerah baru agar pelayanan dasar dapat lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” tegas Zainal dilansir dari Antara.

Aspirasi DOB ini menurutnya kembali mengemuka di tengah moratorium pembentukan DOB yang telah berlangsung sejak 2014. Selama masa itu, kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat terus berkembang, sementara kebutuhan terhadap pelayanan pemerintahan yang lebih dekat tetap menjadi perhatian.

“Wilayah Kaltara dengan karakter geografis khusus, termasuk kawasan perbatasan, sangat perlu mendapat perhatian dalam kebijakan penataan daerah. Mudah-mudahan pemerintah pusat membuka ruang untuk pemekaran lima DOB di Kaltara,” pungkasnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KORUPSI PERTAMBANGAN: Tim Jampidsus Geledah Sejumlah Lokasi di Kaltara
DUA Wanita Tarakan Selundupkan 35 Bungkus Narkoba Pakai Cokelat
BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah
LIBATKAN Masyarakat Cegah dan Padamkan Karhutla
TOKOH MASYARAKAT: “Lepas Krayan Jika Tak Mau Mikirin, Siapa Tahu Israel Mau”
SOAL JALAN: Warga Krayan Ancam Keluar NKRI
HARGA BBM Terbaru di Kalimantan Per 12 Juli 2026
BMKG: 8-12 Juli, 18 Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob Termasuk Kalbar, Kalteng, dan Kaltara

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:19

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:04

POLRESTA BANJARMASIN Tuntaskan 94 Perkara, Curat dan Pencurian Biasa Mendominasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:58

BERSIHKAN Sungai Pemurus Baru, Polisi Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:51

HARI KE-20: 55 Korban KM Virgo Transport Masih Dicari, Korban Meninggal 80 Orang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

ANAK BEKANTAN Terpisah dari Induk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:28

HARI KE-20: 12 Nama Korban KM Virgo Transport 8 yang Teridentifikasi Tim DVI

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32

PANGERAN Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjen Pas Ditangguhkan, Soroti Kasus Lapas Cibinong

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:11

DIBONGKAR Polda Kalsel Penyelundupan Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong, Pemesan ada Dari China dan Thailand

Berita Terbaru

Petugas memasang garis polisi di lokasi penangkapan dia terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (2/10/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Hukum

TIGA Terduga Teroris Ditangkap di Sulteng

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:25

Dr Iwan Aflanie terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 memberikan keterangan ke media, Jumat (2/10/2026). (Foto: Antara)

Kalsel

IWAN AFLANIE, Rektor ULM Periode 2026–2030

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:19

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca