SuarIndonesia — Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana berhasil lolos ke semifinal Japan Open 2024 setelah mengalahkan Kenya Mitsuhashi/Hiroki Okamura dari Jepang, 21-15, 21-12.
Dikutip dari CNNIndonesia, Leo/Bagas memulai pertandingan dengan baik. Mereka bisa merebut enam poin beruntun untuk unggul 7-1. Setelah itu Mitsuhashi/Okamura menunjukkan sinyal perlawanan namun Le/Bagas bisa menjaga selisih tiga angka pada kedudukan 9-6.
Leo/Bagas sempat didekati oleh Mitsuhashi/Okamura pada kedudukan 9-8. Namun Leo/Bagfas bisa merebut dua poin berikutnya dengan baik. Pengembalian lawan yang keluar menutup interval dengan skor 11-8 untuk Leo/Bagas.
Seusai interval, Leo/Bagas mampu mempertahankan tekanan dengan baik. Mereka isa menciptakan selisih lima poin pada kedudukan 17-12. Smes keras dari Bagas lalu membuat kedudukan berubah jadi 18-13.
Smes keras Leo yang tidak bisa dikembalikan dengan baik oleh lawan mengantar Leo/Bagas meraih game point di angka 20-14. Leo/Bagas kemudian menyelesaikan gim pertama dengan kemenangan 21-15 setelah smes keras dari Mitsuhashi membentur net.
Menang di gim pertama membuat Leo/Bagas makin percaya diri di gim kedua. Mereka bisa memimpin 5-1 dan berlanjut menjadi 10-4. Smes keras Leo lalu membuat Leo/Bagas unggul 11-5 di saat interval.
Selepas interval, Leo/Bagas terus menekan Mitsuhashi/Okamura. Smes keras Bagas membuat Lep/Bagas menciptakan selisih 10 poin pada kedudukan 15-5.
Walaupun lawan berusaha mengejar, Leo/Bagas bisa merebut match point lewat drop shot yang dilepaskan Leo tidak bisa dikembalikan lawan. Skor 20-11 untuk Leo/Bagas.
Leo/Bagas akhirnya menyudahi laga dengan kemenangan 21-12 setelah berhasil menamatkan perlawanan lawan lewat pengembalian apik Bagas yang mengecoh lawan.

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin lebih dahulu berhasil lolos ke semifinal Japan Open 2024. Mereka tampil apik saat menaklukkan Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 21-14, 21-14.
Daniel menyebut keberhasilan mereka memenangkan pertandingan lantaran mampu tampil menekan lawan. Fikri/Daniel lebih sering menyerang dan hal itu menguntungkan mereka.
“Pola yang kami terapkan sejak awal juga berjalan baik. Strategi kemenangan kami tadi, dari awal harus menekan terus.”
“Kami harus menyerang duluan. Permainan depannya tidak boleh kalah. Yang penting dari pertandingan ke pertandingan, kami terus berusaha yang terbaik,” ucap Daniel seperti dikutip dari rilis PBSI.
Sementara itu Fikri menyebut rahasia kemenangan adalah karena komunikasi dan fokus mereka berjalan lancar di lapangan. Hal itu yang bakal coba mereka kembali tampilkan pada laga semifinal nanti.
“Rasanya senang bisa menang dan lolos ke semifinal. Di lapangan tadi komunikasi dan fokus kami begitu lancar. Kami harus bisa menguasai di lapangan dan siap terus. Kami tahu mereka juga bukan lawan yang mudah. Jadi kami harus fokus terus dari awal.”
“Kami harus lebih siap lagi. Segala kekurangan masing-masing diperbaiki lagi agar besok lebih siap lagi,” tutur Fikri.
Fikri/Daniel akan menghadapi unggulan ketiga Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae di babak semifinal Japan Open 2024.
Fajar/Rian Gagal Melangkah
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal melangkah ke semifinal Japan Open 2024. Mereka kalah setelah banyak melakukan kesalahan sendiri.

Tampil di Yokohama Arena, Jumat (23/8/2024), Fajar/Rian menelan kekalahan dari Goh Sze Fei/Nur Izzuddin setelah tak mampu mempertahankan keunggulan gim kedua.
Dikutip dari detikSport, juara All England 2024 itu kalah dari wakil Malaysia dengan skor 16-21, 21-10, 16-21 setelah berjuang selama 54 menit dalam partai perebutan tiket semifinal Japan Open 2024.
“Hari ini kami belum berhasil memenangkan pertandingan. Lawan bermain baik hari ini, sedangkan kami masih banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Fajar dalam kutipan cepatnya melalui PBSI.
“Banyak poin untuk lawan dan ini menjadi bumerang bagi kami sendiri. Akhirnya lawan banyak mendapat keuntungan dari kesalahan kami,” ujarnya.
Fajar kecewa dengan hasil di Japan Open 2024 tersebut. Bagaimana pun setelah Olimpiade Paris 2024, mereka belum kembali ke performa terbaiknya di lapangan.
“Dalam pertandingan tadi saya sering berteriak di lapangan untuk menyemangati diri sendiri. Ini karena dari pertandingan pertama hingga hari ini, saya belum merasa in dengan permainan saya,” dia mengungkapkan.
“Saya tentu kecewa dengan diri sendiri. Saya tentu tidak mau bermain seperti itu. Setelah ini saya harus instrospeksi diri sendiri. Tadi di lapangan saya berteriak karena saking geregetnya untuk menyemangati diri sendiri agar saya bisa bangkit lagi.” [*/UT]
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















