Suarindonesia – Walikota Banjarmasin h Ibnu Sina, mengaku lega dan bersyukur karena pemilik persil sudah mulai membongkar sendiri lebih cepat.
Sehingga upaya percepatan operasional Rumah Sakit Sultan Suriansyah (RS Susu) segera terwujudkan. Dengan itu juga anggaran pembangunan RS bisa dengan cepat terserap.
“Alhamdulillah dan terimakasih warga pemilik persil sudah membongkar sendiri bangunannya, dan sekarang sudah rata dengan tanah, mudah-mudahan menjadi aman zaiarah,” ungkap Walikota H Ibnu Sina saat menjawab pertanyaan wartawan, tentang bangunan warga RK Ilir yang sebelumnya ngotot dan enggan pindah, Senin (25/03/2019) pagi.

Karena itulah, diharapkan dengan tepat waktu dan lebih cepat ini diharapkan lanjutan pembangunan Rumah Sakit bisa selesai sesuai jadwal yang diharapkan.
Untuk itulah diharapkan PUPR segera mempersiapkan lanjutan pembangunan tahap berikutnya, ujar mantan anggota DPRD Kalsel ini.
Petinggi Pemko ini juga mengaku kalau pembangunan Rumah Sakit ini sudah mulai dilelangkan dan diharapkan bisa dilaksanakan dan sesuai harapan kita semua 24 Septeber bisa jadi semua dan opersional
Dari pantauan {{KP}} di lapangan, sisa 8 persil yang terdampak itu sebagian besarnya sudah meruntuhkan sendiri, hanya tinggal dua tiga persil yang tersisa.
Sementara itu, Pemko Banjarmasin memberikan waktu hingga usai pemilu bulan depan atau sekitar satu bulan lagi, bangunan tersebut sudah tiada karena berhubung target operasional RS.

Pemilik persil yang terdampak pembangunan RS Sultan Suriansyah, sudah mulai meruntuhkan bangunannya sendiri. Material bangunan hasil peruntuhan itu kemudian dijual langsung oleh pemilik dengan harga variasi.
Salah pemilik persil H Alwi, mengaku meraup rupiah dari hasil penjualan material bangunannya itu senilai Rp27 juta yang dibeli oleh pemborong asal Banjarmasin.
“Mulai Sabtu tiga hari lalu, saya memulai pembongkaran. Materialnya saya jual kepada pemborong kayu bekas senilai Rp27 juta,” katanya.
Ia melanjutkan, soal itu ia berharap harga yang diterima rekannya dari nilai material juga cukup memuaskan. Sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Mudahan rekan kami bisa mendapatkan harga yang bagus,” katanya.
Alwi juga mengatakan, meski bangunannya telah diratakannya sendiri dengan tanah. Alwi kembali mengingatkan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin soal perjanjian dua pekan lalu, yakni memberikan ruang usaha bagi tergusur.
“Kami harap Pemko Banjarmasin tidak melupakan janjinya saat berbicara dengan kami waktu lalu,” katanya di depan rumahnya Jalan RK Ilir.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















