DLH Optimis Banjarmasin Raih Adipura Kencana

DLH Optimis Banjarmasin Raih Adipura Kencana

Suarindonesia – Menyusul belakangan ini terjadi banjir sampah di Sungai Martapura, tetapi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin masih optimis bahwa Banjarmasin tetap akan memperoleh Piala Adipura.

“Meski terjadi aliran sampah yang terus menerus dan mengotori Sungai Martapura. Apalagi yang sempat menggunung di kawasan Jembatan Pasar Lama dan Jembatan Antasari Banjarmasin, kami tetap optimis raih Adipura Kencana pada 2019 mendatang,’’ ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan Kota Banjarmasin Drs H Muhiyar kepada awak media saat menjadi nara sumber di PWI Kalsel, Jumat (14/12) sore.

Mantan Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin ini, menyatakan sangat optimis untuk mendapatkan penghargaan Adipura Kencana tersebut meskipun saat ini Banjarmasin dibanjiri oleh pampangan sampah yang menumpuk, sampai pemerintah kota harus kerja keras
membersihkannya.

“Sampah eceng gondok dan sebagainya itu sifatnya kiriman dan pemko sudah melakukan pembersihan. Saya rasa hanya numpang lewat sehingga tak ada masalah, karena setelah lewat paling singgah sebentar dan jalan lagi,’’ ucap Muhiyar lagi.

Keooptimisan Muhiyar diyakin, juga didorong dengan hasil presentasi
yang dilakukan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walkota juga
Pimpinan DPRD Kota Banjarmasin yang sangat menyakinkan, terutama
rencananya yang akan melakukan pemberlakuan larangan penggunaan
kantong plastik ke depan.

“Banjarmasin sangat berpotensi mendapatkan Adipura Kencana. Pasalnya
berbagai persyaratan kecil sampai dengan hal yang besar sudah dipenuhi oleh Kota Banjarmasin,’’ katanya lagi.

Khusus terkait sampah yang membentuk pampangan, dia memperkirakan, tim penilai pasti tahu ini bukan sampah Kota Banjarmasin melainkan kiriman tetangga yang hanyut ke Kota Banjarmasin. “Bagaimana pun alasannya saya yakin Banjarmasin tetap meraih Adipura Kencana ini,” ucap Muchyar.

Jadi, kata Muchyar, memang jika terjadi tumpukan sampah bisa saja menggugurkan salah satu nominator untuk meraih Adipura Kencana. Akan tetapi berbeda dengan yang terjadi di Kota Banjarmasin yang tumpukan
sampah tersebut merupakan sampah kiriman.

“Sekali lagi saya tegaskan sampah yang terdapat di tempat kita ini sampah kiriman. Meski sampah kiriman kita terus berusaha membersihkan, bekerja keras bahu membahu untuk mengatasinya,” ujar Muchyar.

Lebih lanjut Muchyar menerangkan untuk menangani sampah yang tercipta karena gejala alam seperti pampangan tidak bisa dalam waktu yang cepat. “Tidak mudah, perlu waktu yang lama untuk mengatasi pampangan ini, mungkin bisa memakan waktu mingguan, puluhan hari bahkan dalam kurun waktu bulan. Karena sampah ini terus berdatangan dari daerah yang kering sebab memasuki musim hujan sampah akhirnya larut dan menjadi
sebuah pampangan,” kata Muchyar.(SU)

 227 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: